Di Balik Indahnya Kebun Teh Ciater, Petani Ungkap Proses Merawat Tanaman Teh Hingga Siap Panen

Subang – Hamparan hijau Kebun Teh Ciater di Kabupaten Subang tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang melintas, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas para petani dalam merawat tanaman teh setiap hari.
Sekitar pukul 11.00 WIB, tim liputan berkesempatan menyaksikan langsung proses perawatan tanaman teh muda di kawasan Rest Area Kebun Teh Ciater. Sejumlah petani tampak menyiram tanaman yang masih berusia sekitar satu tahun agar tetap tumbuh dengan baik di tengah musim kemarau.
Salah seorang petani, Ibu Dede, menjelaskan bahwa pekerjaan utamanya adalah merawat tanaman teh sejak masih berupa bibit. Bibit tersebut terlebih dahulu melalui proses penyetekan sebelum ditanam di lahan hingga akhirnya tumbuh menjadi tanaman yang siap dipelihara.
“Sekarang kan musim panas, jadi harus disiram terus tiap hari. Pagi sama sore, nanti sore ada penyiraman lagi,” ujar Ibu Dede saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, para pekerja perempuan bertugas melakukan perawatan tanaman mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Setelah itu, penyiraman dilanjutkan oleh petugas laki-laki yang bekerja dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan asupan air yang cukup selama musim kemarau.
Dalam satu tim perawatan, terdapat 5 pekerja perempuan dan 18 pekerja laki-laki yang bersama-sama menjaga pertumbuhan tanaman teh. Pembagian tugas tersebut dilakukan agar proses perawatan dapat berjalan secara berkelanjutan setiap hari.
Ibu Dede juga mengungkapkan bahwa tanaman teh memerlukan waktu yang cukup panjang sebelum dapat menghasilkan pucuk yang siap dipanen. Tanaman teh umumnya membutuhkan waktu sekitar empat tahun hingga mencapai usia produktif. Sementara tanaman yang sedang dirawat saat ini baru berusia sekitar satu tahun, sehingga masih memerlukan perawatan intensif sebelum memasuki masa panen.
Aktivitas para petani di Rest Area Kebun Teh Ciater menjadi pengingat bahwa keindahan hamparan kebun teh yang dinikmati masyarakat tidak terlepas dari kerja keras para petani yang setiap hari merawat tanaman dengan penuh ketelatenan. Di balik panorama alam yang menyejukkan, terdapat proses panjang dan dedikasi para pekerja yang menjaga kualitas kebun teh agar tetap lestari.(*)
