Dipatuk Ular Gibug, Warga Kasomalang Tak Bisa Berobat, Alasannya Bikin Ngilu

PASUNDANEKSPRES.ID - Junaedi (46), seorang buruh tani dan warga RT 17 RW 05 Kp Cigore Desa Tenjolaya Kecamatan Kasomalang, telah hidup dengan kondisi tangan yang rusak parah akibat patukan ular Gibug selama 2 tahun.
Tangan Junaedi kini bernanah dan memburuk, membuatnya sangat menderita.
Sebelumnya, Junaedi telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama 70 hari dan telah dilakukan cangkok kulit dari bagian perutnya. Namun, kondisinya tidak menunjukkan perbaikan.
Junaedi kini tidak bisa lagi berobat karena kekurangan ekonomi, membuatnya terpaksa menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Saya sangat menderita, tidak bisa bekerja seperti dulu lagi. Saya hanya bisa berbaring dan menahan sakit," kata Junaedin kepada wartawan Pasundan Ekspres Selasa (6/1/2025).
Istri Junaedi, Sukaesih, kini menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga.
Dia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara Junaedi hanya bisa diam dengan merasakan rasa sakit di tangannya.
"Sehari di bayar 50 ribu istri kerja teh, tah kita mempunyai anak 3 yang sekolah 1 di MI kelas 5," Tuturnya.
Junaedi berharap ada pihak yang dapat membantu kondisinya.
"Saya hanya ingin sembuh dan bisa bekerja lagi seperti dulu," katanya dengan harapan yang masih membara.
Semoga ada pihak yang dapat membantu Junaedi dan keluarganya dalam mengatasi kesulitan ini.(hdi)
