Entrepreneurship dan Talenta Masa Depan, HMI Cabang Subang Dorong Sinergi Pemuda Bangun Ekonomi Daerah

PASUNDANEKSPRES.ID - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang menggelar Diskusi Strategis dengan tema “Entrepreneurship dan Talenta Masa Depan, Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah” pada Senin, (22/12/2025), di Villa Sari Alam Hot Spring and Resort Hotel.
Acara ini menghadirkan dua praktisi berpengalaman sebagai narasumber, menarik perhatian puluhan mahasiswa dan pelaku usaha muda.
Ketua Umum HMI Cabang Subang, Annas Ahmad Laduni, menekankan pentingnya membangun mentalitas kewirausahaan di kalangan generasi muda.
“Mentalitas entrepreneurship bukan sekadar tentang berbisnis, tapi tentang komitmen, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil peran aktif dalam memajukan pembangunan daerah. Talenta muda harus menjadi lokomotif perubahan,” ujarnya dengan penuh semangat kepada Pasundan Ekspres.
Direktur Utama BUMD PT Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, S.I.Kom., M.I.Kom., membagikan wawasan strategis tentang peran Badan Usaha Milik Daerah dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif.
Ia menyoroti potensi kolaborasi antara pemuda inovatif dengan BUMD untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah, seperti pengelolaan sumber daya air dan pariwisata, dengan pendekatan bisnis yang modern.
“Peluang di era digital ini sangat terbuka lebar. Entrepreneur muda harus jeli melihat celah dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi yang tidak hanya profitable tapi juga memiliki dampak sosial bagi Subang,” pesan Lukman ketika menjadi narasumber dalam Diskusi Strategis dengan tema “Entrepreneurship dan Talenta Masa Depan, Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah di Villa Sari Alam Hot Spring and Resort Hotel beberapa waktu lalu.
Ketua PHRI Kabupaten Subang, Hj. Ratna Setiawan. Dengan segudang pengalaman di sektor hospitalitas, ia memberikan gambaran nyata tentang peluang dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Ratna menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dan inovasi dalam layanan menjadi kunci di tengah persaingan global.
“Talenta masa depan di bidang entrepreneurship harus mampu membaca tren, memaksimalkan digitalisasi, dan yang terpenting, membangun jaringan (networking) yang kuat. Sinergi antara pelaku usaha muda dengan asosiasi seperti PHRI dapat memperkuat posisi Subang sebagai destinasi yang kompetitif,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta antusias menanyakan berbagai hal mulai dari strategi membangun startup, akses permodalan, hingga cara mem-branding produk lokal agar go digital dan go global.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi pemantik awal bagi terciptanya kolaborasi konkret antara talenta muda, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut diyakini akan menjadi pondasi kokoh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Subang yang inklusif dan berkelanjutan.(fsh/ded)
