Festival Tunas Bahasa Ibu 2025, 440 Siswa Antusias Lestarikan Basa Sunda di Subang

SUBANG – Ratusan siswa sekolah dasar memeriahkan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Korwil Pendidikan Subang 2025 yang digelar di SDN Sukarahayu, Sabtu (13/9/2025).
Acara tahunan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mencintai sekaligus melestarikan bahasa Sunda di tengah arus globalisasi.
Kegiatan dibuka secara resmi dan dihadiri jajaran pejabat pendidikan, di antaranya Kepala Korwil Pendidikan Wilayah Subang, Ketua K3S Kecamatan Subang, para kepala sekolah, guru, pengawas, serta tamu undangan.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian bahasa daerah.
Tahun ini, FTBI mengusung tema “Ngamumulé Basa Sunda, Ngarumat Jati Diri Bangsa”. Tema tersebut mencerminkan tekad menjaga bahasa Sunda agar tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan anak-anak.
“Festival ini bukan sekadar lomba, tetapi cara menumbuhkan rasa cinta pada bahasa ibu yang menjadi jati diri bangsa,” kata Ketua Pelaksana FTBI sekaligus Kepala SDN Sukarahayu, Dede Oon Hassanah, S.Pd., MM.Pd.
Sebanyak 440 siswa dari berbagai SD se-Korwil Subang berkompetisi dalam beragam kategori, mulai dari membaca sajak, pidato (biantara), menulis cerpen, pupuh, borangan, menulis dan membaca aksara Sunda, hingga mendongeng.
Suasana lomba berlangsung meriah. Para peserta tampil penuh semangat, meski sebagian besar baru pertama kali unjuk kebolehan di panggung.
Beberapa siswa sukses mencuri perhatian penonton lewat ekspresi lucu saat mendongeng maupun lantang dalam membaca sajak.
Selain sebagai ajang kreativitas, FTBI juga menjadi sarana seleksi. Sebanyak 84 siswa akan meraih predikat juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, 3.
Dari jumlah tersebut, 14 juara 1 terpilih mewakili Korwil Subang pada FTBI tingkat Kabupaten Subang di SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, 18 September mendatang.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu sejak persiapan hingga pelaksanaan. Harapannya, festival ini terus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk bangga menggunakan bahasa Sunda,” ujar Dede Oon.(znl)
