Forum BUMDes Subang Gelar Safari Ramadan, Siapkan Strategi BUMDes Maju dan Sejahtera

PASUNDANEKSPRES.ID - Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Subang Kali ini menggelar kegiatan Safari Ramadan di Prikitiw land pada Kamis (5/3/2026).
Safari Ramadhan yang diinisiasi oleh Forum BUMDes Kabupaten Subang ini mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Menyiapkan Strategi Menuju BUMDes Subang Maju dan Sejahtera.” Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengurus forum, direktur BUMDes dari berbagai desa, serta perwakilan pemerintah daerah.
Ketua Umum Forum BUMDes Kabupaten Subang, Bos Urip, mengatakan kegiatan Safari Ramadan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antar pengelola BUMDes di Kabupaten Subang.
“Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai Forum BUMDes untuk selalu mengkoordinasikan dari seluruh desa-desa, direktur-direktur BUMDes yang ada di Kabupaten Subang untuk silaturahmi, kemudian menyusun apa yang harus kita kerjakan ke depan. Ini kebetulan momennya pas sekali di bulan puasa,” ujar Urip.
Bos Urip menjelaskan Forum BUMDes Subang saat ini dibagi menjadi tiga koordinator wilayah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar desa.
“Forum BUMDes ini ada tiga korwil, korwil pertama itu selatan, korwil kedua itu tengah dan timur, dan korwil ketiga nanti di utara atau Pantura. Mungkin nanti minggu depan akan dilaksanakan di Pamanukan,” katanya.
Urip juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan praktisi hukum dan akademisi agar pengelolaan BUMDes berjalan secara profesional dan sesuai aturan.
Menurutnya, edukasi hukum perlu terus diberikan kepada para direktur BUMDes agar mereka memahami batasan serta regulasi dalam menjalankan usaha desa.
“Kerja sama dengan praktisi hukum tentunya agar teman-teman direktur BUMDes se-Kabupaten Subang saat menjalankan tugasnya tidak lepas dari aturan hukum. Edukasi dari praktisi hukum penting supaya mereka mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, kerja sama dengan akademisi juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas manajerial para pengelola BUMDes, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan akuntansi.
“Dengan praktisi pendidikan atau akademisi kita bekerja sama bagaimana teman-teman direktur BUMDes bisa mengelola dan memanajemen apa yang didapat, baik dari anggaran desa, CSR, maupun sumber lain. Ini tentu membutuhkan disiplin ilmu terkait manajemen keuangan dan akuntansi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dispemdes Kabupaten Subang H. Hidayat menyambut baik kegiatan yang difasilitasi oleh Forum BUMDes tersebut.
Tambah H. Hidayat, pertemuan tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah terkait penguatan peran BUMDes dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
"Kami mengharapkan dengan pertemuan yang difasilitasi oleh forum ini nanti ada rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah apa yang harus diperbaiki dan apa yang diharapkan. Kami tentu sangat terbuka untuk itu,” Tambah Hidayat.
Perkembangan BUMDes, lanjutnya, menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah.
Dia juga menilai pemerintah desa memiliki peran strategis dalam merancang program pengembangan BUMDes, termasuk menggali potensi ekonomi desa yang bisa dikembangkan.
“Kami justru bersyukur dengan menggeliatnya BUMDes, karena kemandirian ekonomi desa tidak lagi bergantung pada bantuan. Nanti kita bisa duduk bersama bagaimana BUMDes dan pemerintah desa menyusun program serta menggali peluang ekonomi di desa,” pungkasnya.(hdi)
