Gelar Seminar Hukum dan Perlindungan Anak, Disdikbud Subang Tekan Bullying di Sekolah

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang menggelar Seminar Hukum dan Perlindungan Anak, untuk meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan orang tua tentang hak anak serta menjaga kesehatan mental anak usia sekolah.
Seminar menghadirkan Kasi SMP Disdikbud Kabupaten Subang, Fera Maulidya Sukarno, M.Pd., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bersama terkait perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Fera menegaskan, membangun generasi juara tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pemenuhan hak anak dan kesehatan mental yang terjaga.
“Anak-anak perlu memahami haknya sejak dini agar mampu melindungi diri dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta berkarakter,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh pendidikan layak, layanan kesehatan memadai, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemahaman tersebut penting agar anak mampu menjaga dan membela dirinya.
Ia juga menyoroti kasus perundungan dan kekerasan yang masih terjadi di lingkungan sekolah. Persoalan itu, kata dia, harus menjadi perhatian bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Fera mendorong siswa berani melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa dapat meminta bantuan kepada guru, orang tua, maupun teman terpercaya agar persoalan tidak berdampak pada kondisi psikologis.
Selain itu, ia menjelaskan kesehatan mental merupakan fondasi meraih prestasi dan membangun masa depan. Anak dengan mental sehat dinilai lebih mampu berpikir jernih, mengelola emosi, dan menghadapi tantangan.
“Hal-hal sederhana ini jika dilakukan secara konsisten akan berdampak besar bagi kesejahteraan jiwa anak-anak kita,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia pun membagikan langkah sederhana menjaga kesehatan mental, seperti rutin berolahraga, menjaga pola tidur, aktif bersosialisasi, serta melatih teknik relaksasi untuk mengurangi stres akademik.
Seminar tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran seluruh pihak akan pentingnya perlindungan hukum dan dukungan psikologis bagi anak. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat.
“Mari kita kenali hak kita, jaga mental kita, dan ciptakan lingkungan sekolah yang saling mendukung agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.(znl/ded)
