Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Geruduk Pabrik BYD Subang, Warga Tuntut Kuota 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|09:24 WIB
Bagikan:
Geruduk Pabrik BYD Subang, Warga Tuntut Kuota 70 Persen Tenaga Kerja Lokal
Pemerhati sosial, Megi Akbar Setiawan, menyampaikan orasi dalam aksi unjuk rasa Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) di depan pabrik BYD, Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Rabu 28 Oktober 2026

PASUNDANEKSPRES.ID – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) menggeruduk kawasan pabrik mobil listrik BYD di Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Rabu (28/10/2026). Mereka menuntut perusahaan lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal di tengah beroperasinya industri kendaraan listrik berskala besar tersebut.

Geruduk Pabrik BYD Subang

Dalam aksi yang berlangsung sejak pagi itu, massa mempersoalkan minimnya kesempatan kerja bagi masyarakat Subang. FMSB memperkirakan penyerapan tenaga kerja lokal di pabrik BYD masih di bawah 20 persen.

Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan harapan masyarakat yang menginginkan kehadiran investasi besar dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Juru bicara aksi FMSB, Megi Akbar Setiawan, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menolak investasi, melainkan memperjuangkan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

"Harapan masyarakat itu ingin bagaimana caranya bisa bekerja di salah satu ikon baru Kabupaten Subang, yaitu BYD. Kami datang bukan untuk menghambat investasi, tetapi ingin berkomunikasi dan mencari solusi agar tenaga kerja lokal bisa terserap," ujar Megi.

Menurutnya, keberadaan pabrik BYD semestinya menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Subang. Terlebih, banyak lulusan SMA dan SMK yang membutuhkan pekerjaan karena tidak memiliki kemampuan finansial untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Bagi anak-anak Subang yang baru lulus sekolah, tidak semua bisa kuliah. Mereka butuh kerja. Kalau ada pabrik sebesar BYD di depan mata tapi mereka tidak bisa masuk, itu menyakitkan," tegasnya.

Desak Pelatihan Khusus Kendaraan Listrik

Selain mempersoalkan rekrutmen, FMSB menilai peningkatan kompetensi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Megi mengapresiasi kehadiran aplikasi Nyari Gawe yang diperkenalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai sarana informasi lowongan pekerjaan. Namun, menurutnya, penyediaan informasi harus dibarengi pelatihan keterampilan.

"Info lowongan ada di Nyari Gawe itu bagus, tapi pertanyaannya, apakah skill warga kita sudah sesuai kualifikasi BYD yang butuh teknologi tinggi? Ini yang harus dijawab dengan pelatihan konkret, bukan sekadar aplikasi," katanya.

FMSB pun mengusulkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus otomotif listrik. Program tersebut diharapkan melibatkan Pemkab Subang, Pemprov Jawa Barat, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BYD.

Dengan begitu, masyarakat setempat memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri kendaraan listrik.

Minta Perusahaan Wajib Serap 70 Persen Warga Lokal

Tuntutan lainnya menyasar kebijakan investasi di Kabupaten Subang. FMSB meminta Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama DPRD membuat regulasi yang mengatur kewajiban perusahaan menyerap minimal 70 persen tenaga kerja lokal.

Aturan tersebut diusulkan dituangkan melalui peraturan daerah (perda) maupun peraturan bupati (perbup), sehingga keberadaan investasi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat.

Megi berharap persoalan ini tidak berhenti pada aksi demonstrasi, tetapi ditindaklanjuti melalui dialog antara pemerintah daerah, DPRD, dan manajemen perusahaan.

"Kami ingin ada ruang dialog. Kalau hari ini belum bisa bertemu dengan pihak perusahaan, kami akan mendorong agar persoalan ini dibahas bersama DPRD dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Harapannya, ada solusi yang jelas dan bisa ditindaklanjuti," ujarnya.

Aksi Sempat Memanas, Polisi Amankan Seorang Pria

Di tengah berlangsungnya demonstrasi, situasi sempat memanas sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang pria diduga mencoba mengintervensi dan memprovokasi massa aksi.

Petugas kepolisian dari Polres Subang yang berjaga langsung mengamankan pria tersebut. Setelah situasi kembali kondusif, massa melanjutkan orasi hingga aksi berakhir pada siang hari.

Selain tuntutan penyerapan tenaga kerja lokal dan pembangunan BLK khusus kendaraan listrik, FMSB juga meminta transparansi rekrutmen, pemeriksaan dugaan kejanggalan perizinan PT CMM, serta keterbukaan dalam pemilihan vendor pengolahan limbah B3.

FMSB menegaskan dukungannya terhadap investasi di Kabupaten Subang. Namun, mereka berharap pertumbuhan industri juga berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami dukung investasi. Tapi jangan lupakan warga Subang. Kami ingin sejahtera bersama BYD, bukan hanya jadi penonton," tutup Megi.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen BYD Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan FMSB.

Berita Terbaru

Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan Layangkan Kritik, Singgung Soal MBG hingga Penanganan Bencana

Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan Layangkan Kritik, Singgung Soal MBG hingga Penanganan Bencana

Nasional5 menit lalu
Puluhan Tahun Menumpang, Impian Warga Desa Sadangmekar di Bandung Barat Miliki Listrik Sendiri Akhirnya Terwujud

Puluhan Tahun Menumpang, Impian Warga Desa Sadangmekar di Bandung Barat Miliki Listrik Sendiri Akhirnya Terwujud

Bandung Barat10 menit lalu
HLN ke-81, PLN Group Jawa Barat Wujudkan Mimpi 2.710 Keluarga Prasejahtera Miliki Listrik Sendiri

HLN ke-81, PLN Group Jawa Barat Wujudkan Mimpi 2.710 Keluarga Prasejahtera Miliki Listrik Sendiri

Nasional12 menit lalu
Warga Keluhkan Kejahatan di Wilayah Perkotaan, Kapolres Subang Siapkan Langkah Pencegahan

Warga Keluhkan Kejahatan di Wilayah Perkotaan, Kapolres Subang Siapkan Langkah Pencegahan

Headline15 menit lalu
ADVERTISEMENT
Update Ranking AFC Terbaru: Persib Menang 2-0 atas Melbourne Victory, Liga Indonesia Masih di Posisi 16 Asia

Update Ranking AFC Terbaru: Persib Menang 2-0 atas Melbourne Victory, Liga Indonesia Masih di Posisi 16 Asia

Olahraga18 menit lalu
Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI Tuai Kritik, Publik: Nirempati!

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI Tuai Kritik, Publik: Nirempati!

Nasional21 menit lalu
IHSG Hari Ini Melemah 1% ke Level 5.021, Sebanyak 499 Saham Tertekan

IHSG Hari Ini Melemah 1% ke Level 5.021, Sebanyak 499 Saham Tertekan

Nasional28 menit lalu
Pemerintah Targetkan Motor Listrik Merambah Seluruh Indonesia pada 2035, Ojol dan Kurir Jadi Prioritas Mulai 2027

Pemerintah Targetkan Motor Listrik Merambah Seluruh Indonesia pada 2035, Ojol dan Kurir Jadi Prioritas Mulai 2027

Headline28 menit lalu
Civitas Akademika Unpad Desak Pemerintah Atasi Krisis, Soroti Keadilan Antar Generasi

Civitas Akademika Unpad Desak Pemerintah Atasi Krisis, Soroti Keadilan Antar Generasi

Nasional31 menit lalu
Bapperida Subang Perkuat Publikasi Data Geospasial, Dukung Pembangunan Berbasis Data

Bapperida Subang Perkuat Publikasi Data Geospasial, Dukung Pembangunan Berbasis Data

Headline35 menit lalu