GUNEM Subang Gelar Mimbar Bebas, Soroti Isu Strategis

PASUNDANEKSPRES.ID - Forum Komunikasi Aktivis, Relawan, dan Pegiat Pemberdayaan (GUNEM) Subang menggelar mimbar bebas di teras Gedung DPRD Kabupaten Subang, Kamis (6/4/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 15 peserta dari unsur organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) ini diawali dengan upacara budaya ruwatan sebagai simbol harapan perubahan bagi Kabupaten Subang.
Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan krusial disampaikan para peserta, mulai dari sejarah daerah, kesehatan, lingkungan, hingga agraria dan pembangunan.
Salah satu peserta, Ki Dimas, menekankan pentingnya penguatan sejarah Kabupaten Subang, termasuk mendorong perhatian terhadap situs Monumen Pancasila di Bulan Sari.
“Hari jadi Subang harus memiliki dasar historis yang kuat, termasuk menjaga situs sejarah yang ada,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Sementara itu, Arul menyoroti sektor kesehatan dengan mendorong percepatan Universal Health Coverage (UHC) serta validasi penerima BPJS PBI agar tepat sasaran.
Di bidang lingkungan, Edrian Morisson mengangkat persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Ia mengusulkan pengadaan alat pemusnah sampah di tiap kecamatan.
Persoalan agraria turut disorot. Nani menilai perlu adanya penertiban lahan milik PTPN guna menghindari konflik berkepanjangan di masyarakat.
Selain itu, Yadi menyinggung minimnya fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di perumahan, serta lambatnya proses serah terima yang berdampak pada kenyamanan warga.
Kinoy menambahkan, proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan perlu diperbaiki agar aspirasi masyarakat lebih terakomodasi.
Adapun Ade Sahid mengusulkan pembentukan tim akselerasi pembangunan serta tim independen untuk pembangunan non-APBD guna mempercepat pembangunan daerah.
Inisiator kegiatan, Asep Iwan, menegaskan forum GUNEM menjadi wadah penyampaian aspirasi berbasis data dan pengalaman lapangan.
“Kami menyampaikan secara santai, tapi memiliki dampak positif untuk kemajuan Subang,” katanya.
Ia berharap berbagai isu yang disampaikan dapat menjadi perhatian legislatif dan pemangku kebijakan.
Sementara itu, Hendra Purnawan menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui forum diskusi bersama pihak terkait.
“Kami akan mengundang GUNEM untuk berdiskusi agar ada tindak lanjut,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih responsif.(hdi/dan/ded)
