Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Harga Naik, Penjualan Sapi Kurban di Subang Turun

H
Hadi MartadinataEditor: Dede SM
|20:33 WIB
Bagikan:
Harga Naik, Penjualan Sapi Kurban di Subang Turun
Peternak sapi Endang Setiawan berada di kandang sapi miliknya di Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Penjualan sapi kurban di Kabupaten Subang menurun menjelang Idul Adha 1447 Hijriah akibat melonjaknya harga sapi dan melemahnya daya beli masyarakat pada 2026.

Peternak sapi di Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang, Endang Setiawan, mengatakan kenaikan harga sapi dipicu dampak lanjutan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2024 yang menyebabkan stok sapi berkurang.

“Sekarang ekonomi melemah karena harga sapi mahal di peternak. Imbas PMK membuat stok sapi kurban berkurang dan harga terus naik,” ujarnya saat ditemui di kandangnya di Kampung Cieunteung, Sabtu (9/5/2026).

Penjualan sapi kurban Turun Drastis

Menurutnya, kondisi penjualan tahun ini jauh berbeda dibanding Idul Adha sebelumnya. Tahun lalu dirinya mampu menjual hingga 117 ekor sapi kurban, sedangkan tahun ini penjualan menurun drastis.

“Sekarang menjual 60 ekor saja agak ngos-ngosan, susah dan sepi,” katanya.

Meski demikian, Endang mengaku bersyukur karena hingga awal Mei sudah menerima pesanan lebih dari 40 ekor sapi dari sejumlah wilayah di Subang dan sekitarnya.

Ia menjelaskan, harga sapi yang sebelumnya sekitar Rp20 juta kini naik menjadi Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor.

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi mahalnya harga pakan ternak, biaya operasional, hingga terbatasnya stok sapi menjelang Idul Adha.

“Konsentrat naik hampir 40 persen. Jadi semuanya ikut naik, mulai dari pakan sampai biaya operasional,” jelasnya.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga berdampak pada mahalnya sapi bakalan impor asal Australia yang biasa digunakan untuk penggemukan.

Meski harga meningkat, Endang memastikan kesehatan sapi di kandangnya tetap terjaga karena rutin diperiksa petugas Dinas Peternakan.

“Alhamdulillah kesehatan sapi terjamin karena rutin dicek dinas peternakan,” ungkapnya.

Saat ini, Endang menyediakan sekitar 60 ekor sapi siap jual dengan berbagai jenis, mulai dari limosin, simental, sapi lokal, hingga FH persilangan Australia.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada peternak melalui subsidi pakan maupun kebijakan pengendalian harga bahan penunjang peternakan.

“Kami berharap ada subsidi dari pemerintah supaya peternak tidak terlalu berat karena sekarang semua mahal,” pungkasnya.(hdi/ded)

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline18 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga36 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline55 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu