Jelang Musim Kemarau, Stok Pupuk di Subang Melimpah

PASUNDANEKSPRES.ID - Stok pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Subang mencapai 2.459 ton atau 636,7 persen dari ketentuan minimum per 23 April 2026, menjelang musim kemarau panjang awal Mei, guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi.
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan produksi dan menjaga stabilitas operasional pabrik.
“Performa produksi terus dioptimalkan untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, kondisi stok yang melimpah menjadi angin segar bagi petani, terutama untuk mempercepat fase vegetatif tanaman sebelum potensi kekurangan air saat puncak kemarau.
Berdasarkan data, total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai 26.278,9 ton, terdiri dari 22.963,8 ton urea, 1.817 ton NPK, dan 2.657 ton pupuk organik.
Ade menjelaskan, seluruh stok tersebar di gudang lini 1 dan lini 3 yang terpantau melalui sistem digital secara real time untuk menjamin kelancaran distribusi.
“Stok terpantau dalam sistem digital sehingga distribusi ke wilayah pertanian tetap terjaga,” katanya.
Stok pupuk Disiagakan di Sejumlah Gudang Penyangga
Sebagai lumbung padi nasional, Subang menjadi prioritas distribusi bersama Indramayu dan Karawang. Di Subang, stok pupuk disiagakan di sejumlah gudang penyangga, termasuk di Binong dan Kalijati.
“Petani tidak perlu khawatir dan dapat berbudidaya secara optimal saat musim kemarau,” tambahnya.
Ketersediaan pupuk ini dinilai krusial seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat yang menyebut musim kemarau mulai terjadi sejak akhir April dan meluas ke sekitar 56 persen wilayah pada Mei 2026.
BMKG juga memperkirakan sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami kekeringan dengan durasi kemarau lebih panjang, dengan puncak pada Agustus 2026.(cdp/ded)
