Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jelang Musim Kemarau, Stok Pupuk di Subang Melimpah

C
Cindy Desita Putri Editor: Dede SM
|19:30 WIB
Bagikan:
Jelang Musim Kemarau, Stok Pupuk di Subang Melimpah
Stok pupuk urea bersubsidi di gudang Pupuk Kujang Cikampek yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani Subang jelang musim kemarau(Cindy Desita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Stok pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Subang mencapai 2.459 ton atau 636,7 persen dari ketentuan minimum per 23 April 2026, menjelang musim kemarau panjang awal Mei, guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan produksi dan menjaga stabilitas operasional pabrik.

“Performa produksi terus dioptimalkan untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, kondisi stok yang melimpah menjadi angin segar bagi petani, terutama untuk mempercepat fase vegetatif tanaman sebelum potensi kekurangan air saat puncak kemarau.

Berdasarkan data, total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai 26.278,9 ton, terdiri dari 22.963,8 ton urea, 1.817 ton NPK, dan 2.657 ton pupuk organik.

Ade menjelaskan, seluruh stok tersebar di gudang lini 1 dan lini 3 yang terpantau melalui sistem digital secara real time untuk menjamin kelancaran distribusi.

“Stok terpantau dalam sistem digital sehingga distribusi ke wilayah pertanian tetap terjaga,” katanya.

Stok pupuk Disiagakan di Sejumlah Gudang Penyangga

Sebagai lumbung padi nasional, Subang menjadi prioritas distribusi bersama Indramayu dan Karawang. Di Subang, stok pupuk disiagakan di sejumlah gudang penyangga, termasuk di Binong dan Kalijati.

“Petani tidak perlu khawatir dan dapat berbudidaya secara optimal saat musim kemarau,” tambahnya.

Ketersediaan pupuk ini dinilai krusial seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat yang menyebut musim kemarau mulai terjadi sejak akhir April dan meluas ke sekitar 56 persen wilayah pada Mei 2026.

BMKG juga memperkirakan sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami kekeringan dengan durasi kemarau lebih panjang, dengan puncak pada Agustus 2026.(cdp/ded)

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional10 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline32 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang50 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang2 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional2 jam lalu