Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Krisis Air, Petani Desa Manyingsal Khawatir Sawah Alami Kekeringan

D
Dadan RamdanEditor: Asep
|20:00 WIB
Bagikan:
Krisis Air, Petani Desa Manyingsal Khawatir Sawah Alami Kekeringan
Kondisi sawah petani di Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang tanahnya sudah mulai retak, karena pasokan air berkurang, petani setempat meminta dinas terkait ada solusi untuk menanggulanginya.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Petani Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara mengeluh dan merasa khawatir ada sekitar 40 hektar tanaman padi, kini berada dalam kondisi kritis akibat krisis air yang kian meluas. Wilayah yang terdampak parah meliputi Blok Sarkepuh, Cukang Galeuh, Kihiyang Gede, hingga Blok Krocok.

Kekhawatiran Besar di Kalangan Petani Desa Manyingsal

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani Desa Manyingsal, mengingat tanaman padi saat ini sudah memasuki fase pertumbuhan besar. Jika pasokan air tidak kunjung membaik, potensi gagal panen massal mengintai kawasan tersebut. 

"Tanaman padi sudah besar, ketika terjadi kekeringan seperti ini, kami sangat khawatir bisa gagal panen," ujar Karwanto, petani setempat yang juga menjabat sebagai anggota BPD Desa Manyingsal.

Upaya mitigasi secara mandiri menggunakan infrastruktur yang ada pun kini menemui jalan buntu. Sumber air cadangan di wilayah tersebut dilaporkan sudah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan irigasi harian.

Kepala Dusun Cirasa Desa Manyingsal, Ajat, menambahkan bahwa penyusutan volume air terjadi sangat drastis pada fasilitas penampungan di salahsatu blok sawah desa. 

"Di wilayah kami sebenarnya ada embung, tapi airnya sudah mulai surut. Sekarang ketinggian air tinggal satu meteran. Kalaupun disedot memakai 14 mesin pompa sekaligus, airnya tetap tidak bakal cukup," kata Ajat kepada Pasundan Ekspres.

Melihat ancaman kerugian ekonomi yang nyata di depan mata, warga Desa Manyingsal sangat berharap adanya langkah konkret dan cepat dari pihak dinas terkait. Petani  meminta pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan memberikan perhatian khusus guna menyelamatkan sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa mereka.(dan/sep)

Berita Terbaru

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline6 menit lalu
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang2 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat2 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle3 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle4 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle4 jam lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional5 jam lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle5 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle6 jam lalu