Krisis Air, Petani Desa Manyingsal Khawatir Sawah Alami Kekeringan

PASUNDANEKSPRES.ID - Petani Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara mengeluh dan merasa khawatir ada sekitar 40 hektar tanaman padi, kini berada dalam kondisi kritis akibat krisis air yang kian meluas. Wilayah yang terdampak parah meliputi Blok Sarkepuh, Cukang Galeuh, Kihiyang Gede, hingga Blok Krocok.
Kekhawatiran Besar di Kalangan Petani Desa Manyingsal
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani Desa Manyingsal, mengingat tanaman padi saat ini sudah memasuki fase pertumbuhan besar. Jika pasokan air tidak kunjung membaik, potensi gagal panen massal mengintai kawasan tersebut.
"Tanaman padi sudah besar, ketika terjadi kekeringan seperti ini, kami sangat khawatir bisa gagal panen," ujar Karwanto, petani setempat yang juga menjabat sebagai anggota BPD Desa Manyingsal.
Upaya mitigasi secara mandiri menggunakan infrastruktur yang ada pun kini menemui jalan buntu. Sumber air cadangan di wilayah tersebut dilaporkan sudah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan irigasi harian.
Kepala Dusun Cirasa Desa Manyingsal, Ajat, menambahkan bahwa penyusutan volume air terjadi sangat drastis pada fasilitas penampungan di salahsatu blok sawah desa.
"Di wilayah kami sebenarnya ada embung, tapi airnya sudah mulai surut. Sekarang ketinggian air tinggal satu meteran. Kalaupun disedot memakai 14 mesin pompa sekaligus, airnya tetap tidak bakal cukup," kata Ajat kepada Pasundan Ekspres.
Melihat ancaman kerugian ekonomi yang nyata di depan mata, warga Desa Manyingsal sangat berharap adanya langkah konkret dan cepat dari pihak dinas terkait. Petani meminta pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan memberikan perhatian khusus guna menyelamatkan sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa mereka.(dan/sep)
