Kuota Terbatas! SPMB SMP IT Al-Majid Subang Dibuka, Digelar Dua Gelombang

PASUNDANEKSPRES.ID - SMP IT Al-Majid Subang membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 dalam dua gelombang, Oktober–Januari dan Februari–Mei, dengan kuota terbatas guna menjaring calon siswa berprestasi dan berkarakter.
Sebagai sekolah Islam terpadu, SMP IT Al-Majid mengombinasikan pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan penguatan nilai keagamaan dalam satu sistem pembelajaran.
Kepala sekolah, Siti Sari Fitriani, menegaskan SPMB menjadi tahap awal pembentukan generasi unggul.
“SPMB bukan sekadar pendaftaran, tetapi langkah awal membentuk generasi berprestasi dan berakhlak,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, dalam proses pembelajaran sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan kurikulum khas Islam.
“Program unggulan kami meliputi tahfiz Al-Qur’an minimal tiga juz, Hadits Arbain, serta penguatan Bahasa Inggris dan Mandarin,” tambahnya.
Selain itu, lanjut dia, sistem full day school diterapkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti salat dhuha, tahfiz harian, mentoring keislaman, serta program English Day untuk meningkatkan kemampuan bahasa siswa.
Siti Sari juga menyebut, sekolah memberikan ruang pengembangan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Siswa bisa memilih kegiatan seperti Pramuka, olahraga, seni, hingga klub sains dan jurnalistik,” katanya.
Berbagai prestasi telah diraih siswa, di antaranya juara MTQ tingkat kabupaten hingga finalis provinsi, lomba pidato, kaligrafi, Olimpiade Matematika dan IPA, serta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dan Pentas PAI.
Untuk pendaftaran, calon siswa diwajibkan melengkapi formulir, pas foto, fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga, surat keterangan sekolah asal, NISN, serta dokumen prestasi jika ada. Biaya pendaftaran sebesar Rp450 ribu, dengan total biaya pendidikan tahun pertama sekitar Rp12,3 juta.
Ia berharap sekolah dapat menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan pendidikan seimbang.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan nilai keagamaan siswa,” pungkasnya.(znl/ded)
