Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Latih Bakat Anak Sejak Dini, SDN Kiansantang Desa Karanganyar Subang Lestarikan Tari Sintren Lewat Ekskul

D
Dadan RamdanEditor: Dede
|12:13 WIB
Bagikan:
Latih Bakat Anak Sejak Dini, SDN Kiansantang Desa Karanganyar Subang Lestarikan Tari Sintren Lewat Ekskul
TARI SINTREN: Sejumlah siswa SDN Kiansantang saat menampilkan Tari Sintren sebagai salahsatu ekskul berkaitan pelesrarian dengan seni budaya nusantara di Indonesia, Senin (20/10/2025). Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Seni budaya menunjukkan sebuah bangsa yang memiliki nilai estetika tinggi dan menjadi daya tarik wisata. Untuk itulah SDN Kiansantang, Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, melestarikan seni Tari Sintren sebagai ekskul unggulan.

Walaupun belum mempunyai peralatan gamelan sendiri, apalagi tempat untuk latihan karawitan, hal itu tidak membuat langkah mereka terhenti untuk ikut serta dalam melestarikan kesenian tradisional.

Menurut Kepala Sekolah SDN Kiansantang Karnica, S.Pd. MM, pihaknya berkomitmen untuk melestarikan kesenian tradisional seni Sintren walaupun sarana dan prasarana untuk kegiatan tersebut belum menunjang akan tetapi hal itu tidak lantas menjadi hambatan untuk pelestarian kesenian daerah Subang.

"Kami berusaha untuk menemukan bakat anak sejak awal yang nantinya bakat ini dapat diasah dan menjadikan prestasi untuk anak -anak, karena kami yakin setiap anak memiliki bakatnya masing-masing,” tuturnya.

Karnica menjelaskan tarian sintren adalah sebuah seni tari yang dibawakan oleh seorang wanita dan didampingi satu orang dalang. Sama seperti seni tari pada umumnya, tarian sintren juga turut diiringi oleh alunan musik gamelan tradisional.

Selain itu, dalam kesenian tari sintren, juga terdapat beberapa orang wanita yang bertugas sebagai penari pengiring. Dalam proses pementasan kesenian ini, seorang wanita yang menjadi penari sintren akan lebih dulu diikat dengan tali dan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan yang tutup oleh kain.

Beberapa saat kemudian, sang penari sintren pun akan keluar dengan kondisi tubuh yang sudah terlepas dari ikatan. Selain itu, saat keluar dari kurungan, penampilan sang penari pun telah berubah. Ia keluar dengan mengenakan pakaian khusus dan berkacamata hitam.

Seirama dengan alunan musik yang mengiringinya, seorang penari sintren akan terus melenggak-lenggok melakukan gerakan tarian. Namun ketika ada penonton yang melemparkan uang dan tepat mengenai tubuh si penari, maka penari sintren akan terjatuh.

Di saat itu, seorang Dalang yang mendampingi, kemudian akan kembali mendirikan tubuh si penari sintren, begitu pun seterusnya.

Karnica menyebut nama Sintren sendiri berasal dari dua kata yakni Si dan Tren. Si yang berarti Dia, dan Tren yang berarti Putri. Sehingga jika diartikan, nama Sintren memiliki makna Si Putri atau bisa juga disebut Sang Putri.

Sebetulnya seni Sintren ini sudah ada sebelum ajaran Islam masuk ke tanah Jawa. Hal ini, ditandai dengan adanya syair-syair dalam tarian sintren yang menyebut dewa-dewa. Setelah ajaran Islam masuk ke tanah Jawa, khususnya di era Walisongo, tarian Sintren juga dijadikan sebagai media dakwah oleh para wali.

"Baru setelah Islam masuk, khususnya di era Walisongo, syair-syair dalam kesenian tari sintren kemudian diisi dengan ajaran Islam, seperti shalawat," ujarnya.

Lebih lanjut Karnica berharap melalui ekskul seni Sintren ini siswa bisa mengeksplorasi minat dan ikut melestarikan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.(dan/ded)

Berita Terbaru

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle50 menit lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle1 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline12 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang14 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional15 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional16 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle17 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional18 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline19 jam lalu