Lestarikan Budaya Leluhur, Dedi Lanjutkan Perguruan Silat Cikalong di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Tak banyak generasi muda yang bersedia melanjutkan warisan budaya leluhur pencak silat. Namun hal tersebut justru dilakukan Dedi, cucu dari guru silat Cikalong Taruna Muda, Desa Mekarwangi, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang.
Meski masih berusia muda, Dedi memiliki tekad dan semangat kuat untuk membina anak-anak usia sekolah agar belajar pencak silat di pelataran Taman Desa Mekarwangi. Jurus demi jurus ia ajarkan kepada para muridnya yang mayoritas merupakan anak perempuan, meski sebagian lainnya adalah anak laki-laki.
Menurut Dedi, seni bela diri pencak silat merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang menjadi budaya asli nenek moyang sejak dahulu kala. Oleh karena itu, budaya tersebut harus terus dilestarikan secara berkesinambungan.
“Saya dulu dilatih oleh kakek. Jurus-jurus silat Cikalong itu sekarang saya lanjutkan dengan melatih anak-anak, sebagai bekal ilmu bela diri,” tuturnya kepada Pasundan Ekspres.
Meski jumlah muridnya tidak banyak, hanya sekitar belasan anak, hal tersebut sudah cukup membuatnya bangga. Ilmu bela diri yang ia pelajari sejak kecil kini dapat ditransfer kepada generasi penerus.
“Silat ini adalah ilmu seni bela diri, bukan untuk menjadi jagoan atau ajang kesombongan, tetapi untuk membela diri saat dibutuhkan, bukan untuk dipertontonkan,” ujarnya.
Di sela-sela latihan, Dedi kerap memberikan arahan dan nasihat kepada para muridnya agar berlatih dengan keras dan tekun, menghafal setiap jurus, namun tetap menjunjung sikap rendah hati.
“Ingat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Orang segan kepada kita bukan karena punya ilmu bela diri, tetapi karena mampu menjaga diri dari hal-hal yang buruk dan tidak pantas dilakukan. Itulah kehormatan kita, bukan pada ilmu silat yang kita miliki,” pungkasnya. (dan/ded)
