Mahasiswi Kecelakaan, Penyematan Toga Wisuda STEINU Subang Dilakukan di Rumah Sakit

PASUNDANEKSPRES.ID – Di balik hiruk-pikuk kemeriahan acara wisuda Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Nahdlatul Ulama (STEINU) Subang pada Selasa (7/10/2025) di Gedung Sasana Ageung Laska, terselip kisah mengharukan.
Wafiq Nurul Hurriyyah, salah seorang wisudawati berprestasi, terpaksa absen dari panggung utama usai mengalami kecelakaan tertabrak sepeda motor pasca gladi resik sehari sebelum wisuda dilaksanakan.
Akibatnya, cedera patah tulang pada kaki kiri yang dideritanya memaksa dirinya dirawat inap di Rumah Sakit Hamori, dan harus menjalani operasi.
Mendengar kabar tersebut, dengan semangat gotong royong, STEINU Subang pun langsung bereaksi dan menuju ke tempat dimana Wafiq dirawat.
Pimpinan kampus dengan sigap menyiapkan prosesi khusus di kamar rawat, dipimpin langsung oleh Ketua STEINU, Dr. Musyfiq Amrulloh, Lc., M.Si. Rombongan yang hadir mencakup Wakil Ketua I Dr. Muhajirin, S.Pd.I., MM.Pd; Wakil Ketua II H. Dadang Kurnianudin, SIP., M.Si; Plt. Kepala Program Studi H. Dadan E. Hamdani, S.Ag., ST., MT; Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sadath M. Nur, SHI., MH; serta H. Mochammad Jaenudin, S.Pd., MH, selaku Komisaris RS Hamori yang turut mendampingi.
Mereka disambut hangat oleh orang tua, kerabat dekat, dan rekan sejawat Wafiq Nurul Hurriyyah, yang semakin memperkaya nuansa keintiman di tengah keterbatasan ruang rawat yang sempit.
Suasana haru seketika menyelimuti ketika Dr. Musyfiq secara simbolis menyematkan toga ke bahu Wafiq, diikuti penyerahan map tanda kelulusan oleh Sadath M. Nur sebagai perwakilan pimpinan.
"Kami semua berdoa agar Adinda Wafiq lekas sembuh dan siap menapaki babak baru kehidupannya. Kejadian ini justru membuktikan komitmen STEINU Subang: selalu mendampingi mahasiswanya, tak hanya di puncak sukses, tapi juga saat menghadapi cobaan terberat," ungkap Sadath dengan suara bergetar, mewakili hati seluruh civitas akademika.
Menurutnya sikap ini merupakan wujud prinsip STEINU Subang yang menjunjung tinggi nilai silahturahmi dan kekeluargaan.
Kisah Wafiq ini bukan sekadar cerita wisuda, melainkan pelajaran abadi tentang solidaritas dan kepedulian. Kini, seluruh komunitas STEINU Subang bersatu dalam doa, berharap Wafiq segera bangkit sepenuhnya dan melanjutkan perjuangannya dengan semangat yang lebih membara.(fsh)
