Menanti Percepatan Perbaikan Jalan Rusak di Pagaden Kabupaten Subang

SUBANG-Ruas jalan provinsi di Pagaden rusak parah. Jalan tersebut kini berubah menjadi kubangan air sedalam 50 sentimeter, menyulitkan dan meresahkan pengguna jalan.
Kerusakan parah ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas angkutan material berat yang melintas siang dan malam dengan tonase melebihi batas.
Akibatnya, jalan tidak hanya berlubang dan bergelombang, tetapi juga tergenang air bak empang, khususnya saat musim hujan.
Dampaknya langsung terasa. Banyak kendaraan roda dua dan roda empat mogok karena mesinnya terendam air.
Kendaraan roda dua hampir dipastikan tidak bisa melintas, sementara kendaraan roda empat berbadan rendah, seperti minibus, juga sangat berisiko mogok.
“Kami sebagai pengguna kendaraan roda dua, kalau dipaksakan lewat ya pasti mogok karena mesin terendam. Jangan motor, mobil mini bus pun kalau lewat dikhawatirkan akan mogok,” keluh seorang pengguna jalan kepada Pasundan Ekspres, Selasa (4/11/2025).
Kekhawatiran warga kian bertambah karena musim hujan diprediksi akan memperparah genangan. Sementara itu, lalu lintas angkutan berat tak hentinya melintas, memperburuk kondisi jalan.
Oleh karena itu, warga dan pengguna jalan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga untuk segera turun tangan. Perbaikan total dinilai sangat mendesak agar jalan tersebut kembali dapat dilintasi dengan aman dan nyaman.
Setelah menjadi keluhan warga, ruas jalan provinsi Pagaden–Wates akhirnya akan segera diperbaiki.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Subang, Albert Anggara Putra, yang menyebut perjuangan memperbaiki jalan tersebut akhirnya membuahkan hasil nyata.
Albert menjelaskan, proses perjuangan tidak berlangsung singkat. Ia bersama masyarakat terus menyuarakan kondisi jalan yang rusak parah melalui berbagai kanal, termasuk media, hingga akhirnya mendapat respons dari pemerintah provinsi.
“Alhamdulillah setelah perjuangan panjang, jalan provinsi Pagaden–Wates akhirnya direspons langsung oleh Gubernur KDM. Tahun ini sudah dianggarkan, dan sebelum tahun baru harus sudah mulus. Mari kita kawal bersama,” jelas Albert.
Menurut Albert, pembenahan jalan ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat bisa terwujud ketika diperjuangkan secara konsisten dan kolaboratif antara pemerintah daerah, wakil rakyat, dan masyarakat.
Langkah berikutnya, kata Albert, adalah memperkuat kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Subang, terutama dalam penataan arus lalu lintas dan pengendalian kendaraan besar yang sering menjadi penyebab kemacetan serta mempercepat kerusakan jalan.
Albert menyoroti pentingnya penerapan aturan pembatasan jam operasional kendaraan besar.
“Berdasarkan hasil pembahasan bersama Kabid Lalu Lintas Dishub Subang, Djamal, pembatasan tersebut berlaku pada Senin–Jumat pukul 05.00–09.00 dan 16.00–20.00 WIB, serta Sabtu–Minggu pukul 05.00–21.00 WIB,” kata Albert.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan aparat penegak hukum dapat memperkuat penerapan kebijakan tersebut demi terciptanya jalan yang tidak hanya mulus, tetapi juga tertib dan aman bagi seluruh pengguna.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam unggahan video di menyampaikan kepada seluruh warga Jawa Barat yang jalannya masih keadaan jelek itu menjadi tanggungjawab provinsi.
“Insha Allah Provinsi Jawa Barat akan memprioritaskan pembangunan jalan tersebut,” ungkapnya dalam video tersebut.
Salah satunya, kata Dedi, yang menjadi keramaian hari ini adalah jalan yang di wilayah Pagaden-Pamanukan itu sudah teralokasikan pada tahun ini dan dalam proses pengadaan atau lelang.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dedi Mulyadi.(dan/cdp/ysp)
