Mengaku Resmob, Todong Remaja di Ciater: Aksi Palsu Aparat Berakhir di Tangan Polisi

SUBANG - Kedok aparat kembali dipakai untuk menebar teror dan aksi palsu aparat berakhir di tangan polisi. Tiga pria asal Bandung berinisial DHS, MI, dan WDA akhirnya tak berkutik setelah Polres Subang membongkar aksi kejahatan mereka yang menyamar sebagai anggota Resmob Polda Jawa Barat di kawasan wisata Ciater, Subang.
Modus para pelaku terbilang nekat dan terencana. Mereka menghentikan sepeda motor sejumlah remaja yang tengah melintas, lalu memaksa korban masuk ke dalam mobil. Di bawah ancaman senjata air softgun, para korban digiring dalam ketakutan dan langsung dituduh membawa obat-obatan terlarang tanpa pernah diperlihatkan barang bukti.
Dalam kondisi tertekan, ponsel korban disita. Para pelaku kemudian menghubungi orangtua korban dan melancarkan pemerasan. Dengan dalih “menyelesaikan perkara”, mereka meminta uang tebusan sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang agar korban bisa dibebaskan.
Namun, kepanikan berubah menjadi kewaspadaan. Keluarga korban mencium kejanggalan dan memilih melapor ke polisi. Laporan itu menjadi awal dari pengungkapan kasus.
Aparat Polres Subang bergerak cepat dengan menyusun strategi jebakan. Proses penyerahan uang dikawal secara senyap hingga akhirnya puncak drama terjadi di Pemandian Air Panas Gracia, Ciater. Pada Sabtu malam (7/2/2026), ketiga pelaku digerebek tepat saat menerima uang tebusan.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta mencengangkan. Ketiganya bukan anggota kepolisian, melainkan anggota ormas asal Bandung yang sengaja memanfaatkan atribut Resmob untuk melancarkan aksi kriminal.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan mobil, air softgun, rompi Resmob, serta bukti transfer uang. Kini, para pelaku harus menghadapi jerat hukum berat dengan ancaman pidana hingga 9 tahun penjara.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada oknum yang mengaku aparat, serta segera melapor jika menemukan tindakan mencurigakan, terutama di kawasan wisata yang ramai pengunjung.
