Pemda Didesak Tutup Permanen TPS Jalancagak

PASUNDANEKSPRES.ID - Persoalan penumpukan sampah di TPS Jalancagak kembali menuai sorotan. Aktivis sosial Ulul Fahmi Fauzy mendesak Pemerintah Kabupaten Subang untuk menutup permanen TPS Jalancagak karena dinilai telah menimbulkan berbagai dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Ulul, kondisi TPS yang dipenuhi tumpukan sampah memicu praktik pembakaran sampah yang kemudian menimbulkan asap tebal dan bau menyengat. Dampaknya, polusi udara tidak hanya dirasakan warga sekitar TPS, tetapi juga menyebar hingga ke dua kecamatan, yakni Kecamatan Jalancagak dan Kecamatan Kasomalang.
Menutup Permanen TPS Jalancagak
"Saya mendesak Pemkab Subang untuk menutup permanen TPS Jalancagak. Banyak dampak yang ditimbulkan, terutama karena sampah dibakar sehingga menimbulkan persoalan baru berupa pencemaran udara," ucap Ulul kepada Pasundan Ekspres, Rabu (8/7/2026).
Ulul menilai pembakaran sampah bukan solusi untuk mengatasi penumpukan, melainkan justru memperburuk kualitas udara di kawasan jalur wisata Jalancagak–Kasomalang yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
Keluhan juga datang dari para pengendara yang melintas di jalur tersebut. Asap yang membumbung tinggi dan bau menyengat disebut mengganggu kenyamanan berkendara, terutama pada pagi dan sore hari ketika aktivitas lalu lintas cukup padat.
"Banyak pengendara mengeluhkan asap dan bau dari pembakaran sampah. Bahkan ada warga yang memiliki riwayat sesak napas mengaku kambuh ketika melintas di jalur Jalancagak–Kasomalang," kata Ulul.
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Ulul meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik dengan menutup TPS tersebut maupun menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan agar persoalan serupa tidak terus berulang.(hdi/sep)
