Pemenuhan Gizi, Pemkab Subang Perkuat Program PMT PAUD Untuk Tekan Angka Anak Stunting

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Subang terus memperkuat upaya penanggulangan stunting melalui penguatan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terintegrasi dengan pemenuhan gizi anak.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi program unggulan PAUD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, sebagai bagian dari strategi menekan angka stunting sejak usia dini.
Kepala Seksi PAUD Disdikbud Subang, Citra Riahastuti Mansyur, menegaskan PAUD memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada masa emas pertumbuhan.
“PAUD bukan hanya soal pembelajaran, tetapi juga memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya,” ujar Citra, beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya kepada PAsundan Ekspres.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak PAUD. Program ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak agar terhindar dari risiko stunting dan gangguan pertumbuhan.
PMT diberikan dalam bentuk susu dan makanan tambahan bergizi yang disesuaikan dengan standar kebutuhan anak. Pemberian dilakukan secara berkala di satuan PAUD, umumnya pada pagi hari menyesuaikan dengan aktivitas belajar.
Namun, Citra mengakui pelaksanaan program PMT belum menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Subang. Program masih dilaksanakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan kesiapan wilayah.
“Pada tahun sebelumnya, sasaran PMT sekitar 2.000 anak. Untuk tahun ini masih tahap perencanaan dan kemungkinan jumlah penerima menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Berdasarkan data Disdikbud Subang, saat ini terdapat sekitar 1.300 satuan PAUD yang tersebar di wilayah selatan hingga utara Kabupaten Subang. Jumlah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan program PMT dan intervensi penanganan stunting.
Meski demikian, sejumlah satuan PAUD telah berinisiatif melaksanakan pemberian makanan tambahan secara mandiri. Pemerintah daerah berperan memberikan dukungan dan penguatan agar program tersebut dapat berjalan berkelanjutan.
Ke depan, Disdikbud Subang berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dengan bidang kesehatan dan peran serta masyarakat, dalam upaya penanganan stunting melalui jalur pendidikan usia dini.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pendidikan, kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis angka stunting di Kabupaten Subang dapat terus ditekan,” pungkas Citra. (znl/ded)
