Penyaluran Bantuan Pangan di Sagalaherang Kidul, Kabupaten Subang Subang Capai 85 Persen

PASUNDANEKSPRES.ID - Penyaluran bantuan pangan di Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang, kembali digelar pada Selasa (2/12/2025).
Sebanyak 477 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pada periode ini. Namun di balik kelancaran penyaluran, persoalan klasik kembali mencuat ketidaksinkronan data antara desa dan pemerintah pusat.
Kepala Desa Sagalaherang Kidul, Endang Setiawan, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya Bupati Kang Rei, yang terus mendorong peningkatan kesejahteraan warga. Namun ia menegaskan bahwa pembenahan data penerima menjadi pekerjaan mendesak agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Subang. Bantuan ini nyata dirasakan warga. Tapi masalah data ini harus diperbaiki. Banyak warga merasa tidak adil,” ujar Endang kepada Pasundan Ekspres.
Ia mengungkapkan, tidak sedikit warga yang mengeluhkan menerima banyak jenis bantuan secara bersamaan, seperti PKH, BPM, hingga bantuan Kesra. Sementara di sisi lain, ada warga yang sama sekali tidak terdata padahal dinilai sangat layak menerima.
“Yang satu dapat dari sana-sini, yang lain tidak dapat apa-apa. Akhirnya mereka datang ke rumah kepala desa. Padahal kebijakan itu bukan kami yang menentukan,” tuturnya.
Endang meminta Dinas Sosial dan pemerintah kabupaten duduk bersama desa untuk melakukan penyandingan data secara menyeluruh. Menurutnya, data desa adalah yang paling akurat, namun tetap harus dilindungi dari potensi intervensi oknum.
“Jangan hanya mengurus akibatnya. Akar masalahnya ada di data. Ini harus dibereskan,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyaluran bantuan pangan di Sagalaherang Kidul telah mencapai 85 persen, sementara sisanya masih dalam proses sinkronisasi dengan Dinas Sosial. Pemerintah desa memastikan akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.
Endang berharap pembenahan data menjadi prioritas kabupaten, bukan hanya di desanya, tetapi di seluruh wilayah Subang.
“Jangan sampai warga yang paling layak justru tidak tersentuh bantuan. Ini bukan hanya terjadi di sini, hampir di seluruh Indonesia,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Endang kembali mengapresiasi pemerintah kabupaten.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati. Subang semakin ngabret, Jawa Barat semakin istimewa,” pungkasnya. (hdi/ded)
