Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perkembangan Industri di Subang Tidak Berdampak pada Peluang Tenaga Kerja Lokal, Kenapa?

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|11:25 WIB
Bagikan:
Perkembangan Industri di Subang Tidak Berdampak pada Peluang Tenaga Kerja Lokal, Kenapa?
ilustrasi gemini

PASUNDANEKSPRES.ID - Sekretaris Umum Federasi Serikat Buruh Patriot-Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSBP-KASBI), Rahmat Saputra mengatakan tumbuhnya sektor industri di Kabupaten Subang seharusnya menjadi peluang besar bagi para pemuda.

"Dengan hadirnya beberapa Kawasan industri di Kabupaten Subang seharusnya peluangnya cukup besar," ucapnya.

Akan tetapi, menurutnya perkembangan industri di Kabupaten Subang nyatanya tidak berdampak signifikan terhadap peluang tenaga kerja lokal, khususnya pemuda.

Oleh sebab itu, saat ini Serikat buruh terus memperjuangkan Perda Ketenagakerjaan yang didalamnya juga akan mengakomodir penyerapan tenaga kerja pemuda di Kabupaten Subang.

"Upaya kita selama ini dalam mengawal Perda Ketenagakerjaan, yang salah satunya didalamnya memuat pasal yang mengatur tentang bagaimana warga lokal itu diutamakan terhadap tumbuh kembangnya industri di Subang," ucapnya.

Rahmat juga berpendapat bahwa rendahnya UMK Subang juga mempengaruhi para pemudanya memiliki kecenderungan untuk bermigrasi ke daerah lainnya untuk mendapatkan hidup yang lebih layak.

"Kalau seandainya upah minimum Subang paling tidak sama dengan Purwakarta, maka tidak akan banyak orang Subang yang pindah ke daerah yang UMK nya lebih tinggi, sehingga dapat mengisi pos-pos di sektor industri," ucapnya.

Jika permasalahan UMK tersebut tidak dapat teratasi, maka Subang dapat berpotensi kehilangan sumber daya manusia unggul yang pada akhirnya akan menghambat pengembangan industri lokal, dan mempertahankan kondisi UMK yang rendah tersebut.

Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang, Dr. Gugyh Susandy, SE., M.Si., CBM, menilai, Subang sebenarnya memiliki basis tenaga kerja yang besar dari kalangan muda, tetapi belum dapat diberdayakan secara maksimal.

“Dengan hampir setengah penduduk berada dalam rentang usia 16-30 tahun, Subang memiliki potensi tenaga kerja yang besar. Namun, potensi ini belum optimal karena tingkat pendidikan tinggi hanya sekitar 3,5 persen,” ujar Gugyh.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan antara kualifikasi tenaga kerja lokal dan kebutuhan pasar kerja saat ini. Hal ini tercermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Subang yang berada di kisaran 6-9 persen pada periode 2023–2024.

“Sebagian pemuda belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Rendahnya tingkat pendidikan tinggi dan keterampilan teknis menjadi faktor utama,” jelasnya.

Gugyh juga menyoroti dominasi lulusan pendidikan menengah di Subang yang belum siap bersaing di pasar kerja modern.

“Sekitar 30-33 persen pemuda hanya menyelesaikan pendidikan hingga SMP atau SMA. Transisi ke pendidikan tinggi masih lemah, sehingga diperlukan penguatan program vokasi, magang, dan beasiswa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gugyh menyebutkan, angka tidak sekolah yang mencapai 28 persen menjadi sinyal bahaya bagi peningkatan pengangguran di masa depan.

“Kelompok ini tergolong rentan terhadap pengangguran jangka panjang. Diperlukan intervensi seperti program inklusi pendidikan, pelatihan kerja, serta pembinaan karakter,” tuturnya.

Sebagai solusi, Gugyh mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan lembaga pelatihan.

“Pemda dapat memperluas akses pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memperbanyak program Kerja Praktek (KP) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) agar pemuda Subang lebih siap menghadapi pasar kerja,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang51 menit lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini59 menit lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat3 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline4 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional5 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline6 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga6 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline6 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline6 jam lalu