Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pesona Desa Wisata Cibuluh, Dari Festival Tujuh Sungai hingga Budaya Masyarakat di Subang

H
Hadi MartadinataEditor: Egi
|06:00 WIB
Bagikan:
Pesona Desa Wisata Cibuluh, Dari Festival Tujuh Sungai hingga Budaya Masyarakat di Subang
Desa Cibuluh menawarkan pesona wisata yang unik memadukan keindahan alam, nilai sejarah, hingga kekayaan budaya Sunda yang masih terjaga.(Ijang Samsu Rizal/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Di antara lembah-lembah hijau dan aliran air yang tenang, tersembunyi sebuah surga kecil yang menyimpan berjuta keindahan dan cerita. 

Desa Cibuluh, sebuah desa yang berada di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, menawarkan pesona wisata yang unik memadukan keindahan alam, nilai sejarah, hingga kekayaan budaya Sunda yang masih terjaga.

Secara geografis, Desa Wisata Cibuluh berada di ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Udara sejuk dan panorama pegunungan yang menenangkan, membuat desa ini menjadi tempat pelarian sempurna bagi mereka yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota. 

Namun bukan hanya udaranya yang menyegarkan, Cibuluh punya magnet kuat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong: pertemuan tujuh aliran sungai.

"Ketujuh sungai yang mengalir di wilayah desa kami adalah Cikembang, Citeureup, Cilandesan, Cinyaro, Cileat, Cikaruncang dan Cipunagara. Pertemuan semua sungai ini membentuk satu kesatuan yang unik. Mungkin hanya ada satu di Kabupaten Subang, bahkan bisa jadi hanya satu di Provinsi Jawa Barat," tutur Kang Udan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cibuluh kepada Pasundan Ekspres, Selasa (5/8/2025). 

Pertemuan tujuh sungai ini bukan hanya keindahan visual, tapi juga menjadi pusat kegiatan Festival 7 Sungai—sebuah agenda tahunan yang meriah dengan atraksi budaya, lomba perahu mini, hingga ritual adat masyarakat yang masih kental dengan nilai-nilai leluhur.

Lebih dari sekadar keindahan alam, Desa Cibuluh juga menyimpan sejarah perjuangan yang layak untuk dikenang dan dijaga. Di desa ini berdiri kokoh Monumen Perjuangan 45, penanda heroiknya pertempuran pasukan Siliwangi melawan tentara Belanda pada tahun 1946.

"Monumen itu bukan sekadar tugu batu. Ia adalah saksi bisu keberanian dan tekad warga serta tentara Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan," ujar Kang Udan.

Sejak dicanangkan sebagai Desa Wisata pada tahun 2015, Cibuluh semakin serius mengembangkan potensi pariwisatanya. Namun pendekatannya tidak mengikuti arus wisata modern yang penuh beton dan gedung tinggi.

Justru, desa ini mengandalkan keaslian budaya dan kekayaan alam sebagai daya tarik utama.

Wisatawan yang datang ke sini bukan hanya diajak menikmati panorama, tetapi juga belajar dan ikut merasakan kehidupan masyarakat lokal.

Mayoritas warga Cibuluh adalah petani, dan aktivitas bertani menjadi bagian dari atraksi wisata edukatif yang ditawarkan.

"Kami punya wisata edukasi berupa praktik pertanian, membuat kerajinan, belajar budaya Sunda seperti pencak silat, angklung, sampai masak makanan tradisional," kata Kang Udan.

Tak hanya itu, Desa Wisata Cibuluh juga dikenal dengan berbagai atraksi khas, di antaranya: Festival Kolecer, Leucir Tubing, Saung Mulan, dan Hajat Lembur. 

Cibuluh bukan hanya destinasi, tapi pengalaman hidup yang memadukan antara kesederhanaan, keindahan, dan makna budaya.  Di saat banyak desa berlari menuju modernitas tanpa arah, Cibuluh justru merangkul warisan leluhur dan menjadikannya sebagai pilar kekuatan.

Bagi yang mencari pengalaman berbeda, yang tidak sekadar selfie di spot instagramable tapi ingin menyelam lebih dalam ke nilai-nilai lokal yang autentik—Desa Wisata Cibuluh adalah jawabannya.

Dan dengan semangat gotong royong serta kecintaan terhadap alam dan budaya, warga Desa Cibuluh percaya bahwa desa mereka bukan hanya tempat tinggal, tetapi rumah bagi siapa pun yang ingin mengenal Indonesia dari akar rumputnya.(ijl/hdi/sep) 

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga13 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline32 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline52 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle55 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu