Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Petani di Subang Gembira Harga Pupuk Turun, Biaya Produksi Rendah

D
Dadan RamdanEditor: Dede
|06:00 WIB
Bagikan:
Petani di Subang Gembira Harga Pupuk Turun, Biaya Produksi Rendah
Turunnya HET Pupuk Bersubsidi oleh pemerintah disambut gembira oleh petani di Kabupaten Subang, karena menurunkan biaya produksi bertani, mengurangi beban produksi petani.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Musim tanam tahun ini petani merasa gembira, pasalnya Kementan menurunkan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia. Penurunan HET tersebut tertuang dalam KepMentan No. 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025.

Rincian harga eceran tertinggi itu terdiri dari pupuk urea Rp 1800/kg harga sebelumnya Rp 2250/kg, pupuk NPK/Phonska Rp 1840/kg harga sebelumnya Rp 2300/kg dan pupuk organik Rp 640/kg.

Dengan demikian maka ini adalah kebijakan pemerintah pro rakyat terutama petani. Penurunan HET itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada petani, karena otomatis akan mengurangi biaya produksi bertani.

Menanggapi hal itu petani asal Desa Margahayu Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang Ono Suharna merasa gembira dan menyambut baik penurunan HET pupuk bersubsidi itu.

Karena dengan turunnya harga pupuk itu maka secara otomatis biaya produksi petani rendah, hal ini sangat menguntungkan petani sebagai ujung tombak produksi padi menuju swasembada pangan nasional yang diintruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto

"Saya sebagai petani merasa gembira menyambut turunnya harga pupuk ini, dengan turunnya harga pupuk bisa menurunkan harga produksi para petani, dan ini sangat menguntungkan petani sebagai produsen padi," katanya kepada Pasundan Ekspres.

Menurutnya, bila harga pupuk mahal, akan sangat membebani para petani karena harga buruh tani di daerah sangat tinggi, dan berdampak pada ongkos produksi musiman petani.

"Buruh tani di daerah kita sangat tinggi jadi berdampak pada ongkos produksi, nah harga pupuk turun jadi beban petani menurun," imbuhnya.

Ono menjelaskan dari biaya produksi itu paling tinggi biayanya adalah untuk bayar tenaga kerja sekitar 60 %, dari total biaya produksi dalam satu musim tanam, dengan rincian biaya tenaga kerja, pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, panen, dan pasca panen.

"Dari sub biaya produksi itu, biaya tertinggi adalah upah tenaga kerja. Jadi kalau kita asumsikan total biaya produksi 1 ha adalah 15 juta, 60 persennya untuk upah kerja sekitar Rp 9 jutaan, makanya kita terbantu oleh harga pupuk yang murah," tandasmya.

Maman seorang petani milenial asal Kp. Garogol Desa Mekarwangi Kecamatan Pagaden Barat-Subang menyampaikan bahwa penurunan harga pupuk subsidi adalah sebuah langkah kongkrit keberpihakan pemerintah kepada kaum tani, sehingga biaya produksi menurun dan otomatis menguntungkan petani.

Dia menyebut kebutuhan pupuk petani untuk 1 ha sawah sekitar 6 kwintal (100kg), HETnya saat ini Rp 180.000/kwintal yang asalnya Rp 225.000/kwintal, dengan begitu petani ada selisih keuntungan sekitar Rp 45000/kwintal dikalikan kebutuhan 6 kwintal selisih keuntugan petani dari pembelian pupuk subsidi sebesar Rp 275.000/ha.

"Ini kebijakan sangat luar biasa para petani jadi tidak keberatan membeli pupuk subsidi harganya turun, petani untung," pungkasnya.(dan/ded)

Berita Terbaru

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle5 jam lalu
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle6 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline6 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat10 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga13 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional14 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional14 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat14 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline14 jam lalu