PSSI Askab Subang Tingkatkan Kompetensi Pelatih

PASUNDANEKSPRES.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Assosiasi Kabupaten (Askab) Subang menggelar Kursus Kepelatihan Lisensi PSSI Diploma D, yang diikuti 30 peserta dari berbagai kabupaten.
Kursus kepelatihan yang dilaksanakan di Stadion Persikas Subang, sebagai kepedulian dalam mewujudkan sepak bola yang lebih baik melalui pembinaan sejak dini.
Mewakili Ketua Panitia Dindin ‘Gultom’ Wahyudin, Iwan Mustofa mengatakan, dari 30 peserta, sebanyak 18 dari klub anggota PSSI Askab Subang dan 12 peserta dari luar daerah.
Kursus dilaksanakan enam hari pertemuan pada hari Sabtu dan Minggu selama 3 minggu di Stadion Persikas Subang.
“Melalui kursus kepelatihan ini, diharapkan kualitas sepak bola di daerah bisa lebih baik dan meningkat,” katanya kepada Pasundan Ekspres.
Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Kabupaten Subang, Hariman Sobar menambahkan, kursus kepelatihan ini sebagai bentuk kepedulian kita dalam mewujudkan sepakbola yang lebih baik.
Tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk meningkatkan kualitas sistem kepelatihan, calon-calon pelatih ada di kegiatan ini yang dihadapi adalah anak-anak usia dini.
“Nah, disinilah akan di upgrade pengetahuannya, kualitas kepelatihannya sehingga tidak ada malpraktik sepak bola pada anak-anak usia dini,” katanya.
Selain itu, lanjut Hariman, meningkatkan kompetensi pelatih dan menjaga keselamatan pemain.
Setelah melakukan atau mengikuti kegiatan ini, diharapkan tidak ada yang salah dalam mengarahkan membimbing putra putri binaan, terutama di Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Jadi arahnya benar, sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik yang sesuai dengan sepak bola Indonesia inginkan,” ungkapnya.
Hariman berharap, kursus kepelatihan ini tidak hanya Lisensi D, tetapi bisa melaksanakan Lisensi C, B, A hingga AFC Pro.
Dari kegiatan kursus yang sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu bersama Asprov Jabar dengan instruktur Kartono Pramdhan dan rekan-rekan educator, sudah mendapat hasil positif.
Hasilnya yaitu, meloloskan Tim Sepak Bola Putra Kabupaten Subang dalam Babak Kualifikasi Porprov Jabar XV tahun 2026.
“Ini merupakan hasil dari kursus kepelatihan yang sudah berjalan dan keseriusan Ketua Askab Subang dan pengurus, untuk mendukung Tim Sepak Bola Putra hingga lolos Babak Kualifikasi Porprov Jabar XV tahun 2026,” katanya.
Sementara itu, Ketua PSSI Askab Subang Hendra Purnawan mengapresiasi para peserta yang memiliki dedikasi tinggi terhadap sepak bola dari berbagai daerah.
Terutama yang 18 orang dari Subang, begitupun yang 12 peserta dari luar Kabupaten Subang, untuk bisa menerapkan ilmu dari kursus kepelatihannya di SSB nya masing menjadi lebih baik lagi.
Dari 41 klub anggota PSSI Askab Subang, sebanyak 3/4 persen sudah memiliki Lisensi D, sedangkan 1/4 lagi tidak ada.
“Saya berharap tahun 2026 seluruh klub anggota PSSI Askab Subang, minimal sudah memiliki pelatih berlisensi D,” katanya.
Bukan cuma itu, peningkatan Lisensi dari D ke C, dari C ke B, B ke A dan seterusnya juga bisa dilaksanakan. Begitu pun dengan wasit yang harus di upgrade.
Saat ini, pelatih yang punya Lisensi D di Subang ada 30 ditambah 18 pelatih, kemudian Lisensi C ada 18 pelatih, Lisensi B hanya 4 dan Lisensi A hanya 1 yaitu Din Gultom.
“Melalui kursus kepelatihan yang akan terus kita gelar, saya ingin di tahun 2026, menjelang akhir jabatan saya tahun 2027, upgrade sumber daya manusianya. Minimal satu klub anggota Askab Subang memliki pelatih 1 Lisensi D dan 1 Lisensi C, juga akan ditambah Lisensi B,” katanya.
Hendra mengingatkan kepada peserta, untuk melakukan yang terbaik untuk klub nya masing-masing.
Sentuhan psikologi positif kepada anak-anak usia dini, menjadi harapan untuk generasi penerus untuk di masa yang akan datang. Hendra menilai, masih banyak attitude dari anak-ana usia dini yang kurang bagus.
Anak usia 10 tahun berani bentak-bentak wasit. Artinya masih ada yang salah dalam pembinaan.
“Nah, hari ini tugas dari teman-teman peserta kursus kepelatihan, minimalnya berahklak di sepak bola, yang nantinyq berdampak pada kehidupan di masyarakat,” tuturnya.(ery)
