Rumpun Bambung Longsor Menutup Aliran Bendung Leuwinangka, Pasokan Air Bekurang

PASUNDANEKSPRES.ID - Akibat hujan deras di akhir pekan ini mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Subang menyebabkan adanya longsor yang menggerus rumpun bambu di daerah aliran Bendungan Leuwinangka di Kp.Bunder Wera Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang.
Longsoran dan robohnya tiga rumpun bambu tumbang dan material longsoran menutup aliran Sungai Leuwinangka, pada, Jumat (26/12/2025), dan otomatis akan menghambat aliran air Bendungan Leuwinangka tersebut.
Salah satu petugas Pintu Air TPOP Leuwinangka Aday menuturkan tumbangnya pohon bambu yang diguyur hujan deras, membuat rumpun bambu rapuh dan tumbang menutup aliran air Bendungan Leuwinangka.
"Pohon bambu itu tumbang menutup SS Leuwinangka ruas Bangunan Induk Leuwinangka (BLW) 2-3, sehingga sempat menyebabkan air meluap, sebelum pintu airnya di tutup Kami khawatir bila tidak segera di tangani petani dari tiga Kecamatan yakni Subang, Pagaden dan Pagaden Barat terancam kekeringan," kata Aday.
Diapun meminta kepada pihak pemangku kebijakan dan steakholder terkait, baik itu PJT, BBWS maupun pemerintah daerah agar segera turun tangan untuk mengerahkan alat berat ke lokasi longsor.
"Kami khawatir apabila tidak segera di tangani air akan meluap sehingga membahayakan warga setempat dan bagi petani tiga kecamatan akan terancam kekeringan, karena suplay air berkurang," tuturnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan proses evakuasi pohon bambu dan material tanah yang menutupi saluran sungai melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat setempat dengan menggunakan alat seadanya. Sedangkan aliran air untuk sementara di buang ke sungai Ciasem.
Hingga kini, warga setempat masih menunggu tindakan dari pihak terkait untuk menangani pohon bambu yang tumbang menghambat aliran air Bendung Leuwinangka. (dan)
