Sepekan Bersama Bupati Kang Rey: Perkuat Infrastruktur, Benahi Birokrasi, Hadirkan Pelayanan Berdampak

SUBANG - Perkuat Infrastruktur, Benahi Birokrasi dan Hadirkan Pelayanan Berdampak
Dalam satu pekan terakhir, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., atau yang akrab disapa Kang Rey, menunjukkan komitmennya untuk memastikan pembangunan di Kabupaten Subang tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dari pesisir utara Blanakan yang tengah berbenah pascabanjir, ruang evaluasi birokrasi yang menjadi fondasi pelayanan publik, hingga desa-desa di Kecamatan Pagaden yang terus didorong menjadi pusat pertumbuhan baru, seluruh agenda tersebut menggambarkan satu benang merah yang sama: menghadirkan pelayanan yang berdampak dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Melalui berbagai kegiatan lapangan, Kang Rey menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir tidak hanya sebagai perencana kebijakan, tetapi juga sebagai eksekutor yang memastikan setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tinjau Normalisasi Saluran Kalimalang
Kang Rey memulai agenda kerjanya dengan meninjau hasil pelaksanaan normalisasi Saluran Kalimalang di Kecamatan Blanakan pada Selasa (16/6/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap pekerjaan yang dilaksanakan melalui bantuan kebencanaan pascabanjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Kehadiran Kang Rey di lokasi bukan sekadar melihat progres pekerjaan, melainkan memastikan bahwa langkah-langkah pemulihan yang dilakukan pemerintah benar-benar mampu memberikan perlindungan dan manfaat bagi masyarakat.
Normalisasi saluran sepanjang 10,5 kilometer tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan sekitar 750 hektare kawasan tambak udang yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir Blanakan.
Bagi Kang Rey, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari panjang saluran yang berhasil dinormalisasi atau jumlah anggaran yang terserap, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah pekerjaan tersebut selesai.
Dalam kunjungan yang sama, Kang Rey juga meninjau kondisi jembatan penghubung antara Desa Muara dan Desa Tanjungtiga yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas warga, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
Di hadapan masyarakat, Kang Rey menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi tidak dapat dianggap sepele. Dampak banjir telah menyebabkan bagian bawah jembatan mengalami korosi dan pengikisan struktur yang berpotensi mempercepat kerusakan apabila tidak segera ditangani.
Menurutnya, apabila kondisi tersebut dibiarkan, bukan hanya mengganggu akses transportasi warga, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada kelancaran jalur penghubung tersebut.
Sebagai langkah cepat, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan melakukan perbaikan jembatan gantung sementara agar mobilitas masyarakat tetap terjaga. Sementara untuk pembangunan jembatan permanen, Kang Rey menyatakan akan mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat melalui koordinasi dengan anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IX.
Dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp16 miliar, Kang Rey menegaskan bahwa pemerintah akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Siapapun yang memberikan bantuannya, yang penting masyarakat yang kena dampaknya, yang penting masyarakat mendapatkan manfaatnya,” tegasnya.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Desa Muara, Boby Chaerul. Ia menilai Kang Rey menunjukkan kepemimpinan yang responsif dengan turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga sekaligus mencari solusi atas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
Menurut Boby, kehadiran Bupati tidak hanya membawa harapan, tetapi juga memberikan kepastian bahwa berbagai kebutuhan masyarakat mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Perkuat Kualitas Birokrasi Pemkab Subang
Setelah memastikan pembangunan fisik berjalan dengan baik, perhatian Kang Rey beralih pada aspek yang tidak kalah penting, yaitu penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.
Kang Rey secara resmi membuka Kegiatan Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lembah Ciater Resort, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk memastikan bahwa jabatan-jabatan strategis di lingkungan pemerintahan diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan berinovasi, dan orientasi pelayanan yang kuat.
Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Panitia Seleksi menyampaikan bahwa pelaksanaan uji kompetensi berlangsung sejak 21 Mei hingga 1 Juli 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 18 pejabat untuk uji kompetensi dan 2 pejabat untuk evaluasi kinerja.
Mengawali arahannya, Kang Rey menegaskan bahwa uji kompetensi tidak boleh dipandang sebagai formalitas administratif semata. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus menjadi instrumen penting dalam membangun budaya kerja yang kompetitif, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang memiliki target besar dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pejabat yang mampu bekerja cepat, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Kang Rey menekankan bahwa pejabat publik harus mampu menjadi motor penggerak organisasi, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Oleh karena itu, proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek yang mencerminkan kualitas kepemimpinan seorang pejabat.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan evaluasi, yaitu capaian kinerja bawahan, tindak lanjut terhadap instruksi pimpinan, serta respons dan penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh perangkat daerah masing-masing.
Menurutnya, indikator-indikator tersebut menjadi ukuran penting untuk melihat sejauh mana seorang pejabat mampu menghadirkan dampak nyata melalui kebijakan dan program yang dijalankan.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia seleksi yang telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan akuntabel sehingga proses evaluasi dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat untuk mendukung kemajuan Kabupaten Subang.
Melalui kegiatan tersebut, Kang Rey berharap lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang mampu membawa perubahan positif dan mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, serta semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati Saba Desa di Pagaden
Menutup rangkaian agenda pekanannya pada Jumat (19/6/2026), Kang Rey melaksanakan kegiatan Saba Desa di Kecamatan Pagaden yang diisi dengan berbagai agenda pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey meresmikan tiga ruas jalan yang telah selesai dibangun melalui program peningkatan infrastruktur jalan pada akhir tahun 2025.
Ketiga ruas jalan tersebut meliputi jalan di Desa Sukamulya sepanjang 350 meter, jalan di depan Stasiun Pagadenbaru sepanjang 150 meter, serta jalan di Desa Neglasari sepanjang 450 meter. Seluruh ruas jalan dibangun menggunakan konstruksi beton guna meningkatkan kualitas dan daya tahan infrastruktur.
Peresmian tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Infrastruktur jalan yang baik diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perdagangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa pembangunan jalan penghubung antar desa akan terus dilanjutkan secara bertahap agar seluruh wilayah Kabupaten Subang memiliki akses yang semakin baik.
Selain meresmikan jalan, Kang Rey juga meninjau program pengelolaan sampah mandiri PANDAWANI (Pandu Kelola Sampah Warga Mandiri) di Desa Gunungsari. Program tersebut menjadi contoh inovasi masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi budidaya maggot yang memiliki nilai ekonomis.
Budidaya maggot tersebut dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ternak lele dan ayam sehingga mampu menciptakan siklus ekonomi produktif sekaligus membantu mengurangi volume sampah rumah tangga.
Melihat potensi besar program tersebut, Kang Rey memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Baznas Kabupaten Subang kepada Mak Runtisem, warga Dusun III Kampung Tanjungmulya 2, Desa Gambarsari, sebesar Rp25 juta.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi warga.
Rangkaian Saba Desa di Kecamatan Pagaden juga diisi dengan peresmian Aula Desa Gambarsari, peninjauan kegiatan khitanan massal yang diikuti 65 peserta, serta pertandingan sepak bola persahabatan antara Tim Bupati Subang dan Muspika Kecamatan Pagaden.
Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kebersamaan antara pemerintah dengan warga.(red)
