Serapan Pupuk Bersubsidi Subang Capai 30,3 Persen di Triwulan I 2026, Stok Dipastikan Aman

SUBANG - Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang pada triwulan pertama tahun 2026 dipastikan dalam kondisi aman.
Pupuk Bersubsidi Subang Stok Dipastikan Aman
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan kepada para Penyalur Pupuk Terdaftar (PPTS) sekaligus evaluasi kinerja penyaluran pupuk selama periode Januari hingga Maret 2026.
AE wilayah Kabupaten Subang, Bakty Nevada Wilis menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus peningkatan kinerja distribusi pupuk bersubsidi di tingkat penyalur.
“Dalam kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan kami ke PPTS dalam periode Triwulan I tahun 2026. Di kesempatan ini juga kami mengukur kinerja PPTS dalam periode tersebut,” terangnya.
Ia menjelaskan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang hingga akhir Triwulan I 2026 telah mencapai total 24.924 ton atau sebesar 30,3 persen dari alokasi yang ditetapkan.
“Secara rinci, penyaluran pupuk Urea tercatat sebanyak 13.202 ton atau 30,1 persen, pupuk NPK sebanyak 11.691 ton atau 30,5 persen, pupuk organik sebanyak 11 ton atau 29,7 persen, serta pupuk ZA sebanyak 30 ton atau 49,2 persen,” jelas Bakty.
Bakty menegaskan, pihaknya terus memastikan agar seluruh PPTS mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk dalam hal harga dan ketersediaan stok.
“Kami yakinkan PPTS wajib menyalurkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan, serta memastikan ketersediaan stok guna menjamin kemudahan petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, H. Otong Wiranta, menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar distribusi pupuk benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, terutama dalam menghadapi musim tanam.
“Kami berharap distribusi pupuk ini terus diawasi agar tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di tingkat petani. Ketersediaan pupuk yang terjaga akan sangat membantu peningkatan produktivitas pertanian di daerah,” ujarnya.
Dengan capaian serapan yang telah mencapai lebih dari 30 persen pada triwulan pertama, H. Otong berharap distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang dapat terus berjalan optimal hingga akhir tahun 2026, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. (cdp)
