Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Transaksi Tembus Ribuan per Bulan, Pos Indonesia Layani Remitansi Lebih 50 Negara

Z
Zaenal AbidinEditor: Asep
|19:00 WIB
Bagikan:
Transaksi Tembus Ribuan per Bulan, Pos Indonesia Layani Remitansi Lebih 50 Negara
PT Pos Indonesia melalui Kantor Pos Cabang Subang terus memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dalam mengirimkan uang dari luar negeri kepada keluarga di Tanah Air.(Zaenal Abidin/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - PT Pos Indonesia melalui Kantor Pos Cabang Subang terus memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dalam mengirimkan uang dari luar negeri kepada keluarga di Tanah Air. Layanan pengiriman uang internasional atau remitansi ini menjadi salah satu pilihan masyarakat karena proses pencairannya cepat, mudah, serta dapat diakses tanpa harus memiliki rekening bank.

Supervisor (SPV) Operasi Pelayanan, Agus Solihudin, mengungkapkan mekanisme pengiriman uang internasional melalui Kantor Pos menggunakan sistem International Remittance atau Weselpos Lintas Negara. Layanan tersebut terintegrasi dengan jaringan mitra internasional, seperti Western Union, MoneyGram, RIA Money Transfer, serta mitra digital lainnya.

Dalam mekanismenya, pengirim yang berada di luar negeri dapat mendatangi agen mitra Pos Indonesia atau menggunakan aplikasi digital yang tersedia. Setelah melakukan pengiriman dana, pengirim akan memperoleh nomor identifikasi berupa PIN atau MTCN (Money Transfer Control Number) yang digunakan oleh penerima untuk mencairkan uang di Indonesia.

Agus menjelaskan, keluarga penerima dapat mencairkan uang melalui Kantor Pos terdekat dengan membawa kartu identitas, seperti KTP elektronik atau paspor, serta nomor PIN atau MTCN. 

"Proses pencairan dapat dilakukan dalam hitungan menit setelah pengiriman berhasil diproses, tanpa mengharuskan penerima memiliki rekening bank. Selain pencairan tunai, dana juga dapat dialihkan ke rekening bank melalui fitur Cash to Account sesuai ketentuan layanan yang tersedia," ungkapnya.

Jangkauan Pos Indonesia Mencakup Lebih Dari 50 Negara

Menurutnya, jangkauan remitansi Pos Indonesia mencakup lebih dari 50 negara yang terhubung dengan jaringan mitra internasional. Untuk wilayah Kabupaten Subang, pengiriman uang dari pekerja migran banyak berasal dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar.

Untuk memudahkan masyarakat, layanan remitansi internasional tersedia di 19 Kantor Pos Cabang Pembantu (KCP) yang tersebar di Kabupaten Subang. Jaringan tersebut meliputi KCP Pagadenbaru, Binong, Pamanukan, Pusakanagara, Sukamandi, Cipunagara, Compreng, Blanakan, Pasirbungur, Pabuaran, Patokbeusi, Cikaum, Tambakdahan, Kalijati, Cipeundeuy, Jalancagak, Sagalaherang, Cisalak, dan Tanjungsiang. Keberadaan jaringan ini diharapkan mempermudah keluarga pekerja migran dalam mengakses layanan hingga wilayah pedesaan.

Dari sisi transaksi, aktivitas remitansi di Kantor Pos Cabang Subang tercatat mencapai ribuan transaksi setiap bulan. Bahkan, menjelang Hari Raya Idulfitri, jumlah pencairan uang dari luar negeri mengalami peningkatan signifikan. 

"Maka berdasarkan catatan historis operasional, pencairan uang menjelang Lebaran mampu menembus lebih dari 6.000 transaksi dalam periode singkat. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman uang internasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya," ujarnya.

Agus menambahkan, salah satu keuntungan layanan remitansi ini adalah kemudahan pencairan bagi penerima yang belum memiliki akses perbankan. Selain itu, penerima memperoleh nominal uang sesuai jumlah yang dikirim setelah dikonversi ke rupiah, tanpa potongan biaya administrasi pencairan dari penerima sesuai ketentuan layanan. 

Kecepatan proses, sistem verifikasi menggunakan kode transaksi, serta jaringan Kantor Pos yang menjangkau berbagai wilayah menjadi nilai tambah bagi pekerja migran dan keluarganya.

Meski demikian, pelaksanaan layanan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah ketidaksesuaian penulisan nama penerima dengan identitas resmi, sehingga proses pencairan harus ditunda hingga data diklarifikasi. Gangguan jaringan internet di sejumlah wilayah juga terkadang menghambat proses validasi kode transaksi secara waktu nyata. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Pos Indonesia terus mendorong edukasi kepada pekerja migran mengenai ketepatan pengisian data pengiriman serta peningkatan kemampuan petugas dan agen pelayanan.

Ke depan, Pos Indonesia juga berupaya memperkuat digitalisasi layanan melalui aplikasi PosPay yang menyediakan berbagai layanan keuangan, seperti pengiriman uang, transfer dana, pembayaran tagihan, dan transaksi QRIS. 

"Pengembangan layanan digital tersebut diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan secara lebih praktis. Selain itu, edukasi kepada pekerja migran Indonesia sebelum keberangkatan dan rencana perluasan outlet hingga tingkat desa menjadi bagian dari upaya meningkatkan jangkauan pelayanan remitansi di Kabupaten Subang," pungkasnya.(znl/sep)

Berita Terbaru

OMOWAY “LIGHT UP INDONESIA” Hadir di Bandung, Satukan OMO-Riders untuk Menjelajahi Masa Depan Mobilitas Pintar

OMOWAY “LIGHT UP INDONESIA” Hadir di Bandung, Satukan OMO-Riders untuk Menjelajahi Masa Depan Mobilitas Pintar

Jawa Barat55 menit lalu
Tanpa Watermark, Ini Cara Download Video TikTok dengan Mudah

Tanpa Watermark, Ini Cara Download Video TikTok dengan Mudah

Lifestyle1 jam lalu
Dinkes Subang Gelar Lomba Video Konten Edukasi Kesehatan, Ini Ketentuannya

Dinkes Subang Gelar Lomba Video Konten Edukasi Kesehatan, Ini Ketentuannya

Subang2 jam lalu
Daftar Lengkap HP TECNO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga November

Daftar Lengkap HP TECNO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga November

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kronologi Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Sejumlah Santriwati Alami Trauma

Kronologi Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Sejumlah Santriwati Alami Trauma

Nasional3 jam lalu
MA Tunda Konferensi Pers Putusan Ijazah SMA Gibran, Kenapa?

MA Tunda Konferensi Pers Putusan Ijazah SMA Gibran, Kenapa?

Nasional4 jam lalu
Reformasi Pasar Modal Imbas Evaluasi MSCI, 82 Saham Tak Lagi Masuk Perhitungan IHSG

Reformasi Pasar Modal Imbas Evaluasi MSCI, 82 Saham Tak Lagi Masuk Perhitungan IHSG

Nasional4 jam lalu
Menteri PPPA Tegaskan Pembalut Bukan Barang Mewah, Desakan PPN 0 Persen Menguat

Menteri PPPA Tegaskan Pembalut Bukan Barang Mewah, Desakan PPN 0 Persen Menguat

Nasional5 jam lalu
7 Polisi Dimutasi Usai Gerebek Pesta Narkoba yang Libatkan 3 Anggota DPRD Gerindra

7 Polisi Dimutasi Usai Gerebek Pesta Narkoba yang Libatkan 3 Anggota DPRD Gerindra

Nasional5 jam lalu
Sungai Cikalintu Kembali Jebol, Warga Bandung di Hantui Banjir

Sungai Cikalintu Kembali Jebol, Warga Bandung di Hantui Banjir

Jawa Barat5 jam lalu