VinFast Meresmikan Pabrik di Subang, Ini Lima Model Mobil Listrik yang Bakal Diproduksi di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - VinFast meresmikan pabrik perakitan model mobil listrik mereka yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Kehadiran fasilitas produksi ini menjadi langkah strategis VinFast untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik di pasar domestik sekaligus memperkuat ekosistem elektrifikasi di Indonesia.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan bahwa tahap awal produksi di pabrik Subang akan mencakup beberapa model mobil listrik. Model yang akan dirakit meliputi VF 3, VF 5, VF 6, VF 7, serta satu model MPV yang rencananya akan segera diluncurkan.
“Untuk yang pertama ini nanti yang akan dirakit di Subang adalah VF 3, VF 5, VF 6, VF 7, dan juga MPV yang akan segera kami luncurkan,” ujar Kariyanto saat ditemui di Jimbaran, Bali, Sabtu (20/12/2025).
Meski belum merinci model MPV yang dimaksud, pria yang akrab disapa Karri itu memastikan kendaraan tersebut dirancang untuk mampu menampung setidaknya tujuh penumpang, menyasar kebutuhan keluarga Indonesia.
Sebelumnya, VinFast telah meresmikan pabrik Subang pada Senin (15/12/2025). Fasilitas produksi ini memiliki kapasitas maksimal hingga 50.000 unit mobil listrik per tahun, dan diharapkan menjadi basis utama produksi VinFast di kawasan Asia Tenggara.
CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, menegaskan bahwa kehadiran pabrik ini tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Misi kami adalah untuk memperkuat kelebihan kompetitif VinFast, mencapai tingkat lokalisasi kendaraan, dan menciptakan ribuan pekerjaan berkualitas tinggi bagi pekerja lokal. Kami ingin berkontribusi untuk target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen,” ujar Chau di sela-sela peresmian pabrik.
Karri menambahkan, pada fase pertama pembangunan, VinFast baru memanfaatkan sekitar 10 hektar lahan dari total 171 hektar yang telah disiapkan. Proses pembangunan fase awal tersebut memakan waktu sekitar 17 bulan.
Pabrik VinFast di Subang diperkirakan mampu menyerap hingga 900 tenaga kerja lokal dengan total investasi mencapai USD 300 juta. Sementara itu, volume produksi akan disesuaikan dengan permintaan pasar.
“Kalau produksinya akan di level berapa, tentu akan menyesuaikan kebutuhan pasar,” pungkas Karri
