Antisipasi KDRT, Pemcam Lembang Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Literasi Hukum dan Digital

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kecamatan Lembang menggelar Workshop Literasi Hukum dan Digital dengan fokus pada pemberdayaan perempuan serta pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Aula Kecamatan Lembang, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Lembang dengan Telkom University dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat.
Kepala UPT DP2KBP3A Kecamatan Lembang, Dadang Badrudin Ihsan, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berdaya dan memahami berbagai bentuk kekerasan. "Kekerasan tidak hanya fisik, tetapi juga psikis, sosial, dan penelantaran. Dengan workshop ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko KDRT di Lembang," ucapnya.
"Nantinya juga akan ada upaya pendampingan kepada para korban kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak ini diperlukan secara psikologis untuk meningkatkan kepercayaan dan pemulihan, mental emosional sehingga mampu beraktivitas secara normal," tambahnya.
Inovasi menarik dalam program ini adalah penggunaan alat deteksi trauma, hasil dari pengembangan Telkom University yang berfungsi memantau pemulihan psikologis korban KDRT.
Ketua Digital Collaboration for Sustainability Telkom University, Dr. Runik Machfiroh, menyebut program ini bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045 dengan target pelaksanaan di 10 titik di Kabupaten Bandung Barat.
Runik juga menjelaskan bahwa pihaknya memperkenalkan alat pendeteksi kondisi psikologis yang mampu membaca gelombang otak untuk melihat sejauh mana trauma dialami korban KDRT. Melalui teknologi tersebut, proses pemulihan korban bisa dimonitor secara objektif dan berkelanjutan. "Alat ini membantu kami memantau kondisi korban. Dari gelombang otak, terlihat apakah seseorang masih menyimpan trauma atau sudah mulai pulih. Jadi kami bisa menyesuaikan bentuk pendampingannya," jelasnya.
Runik menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi sesaat, melainkan bagian dari program monitoring jangka panjang. "Telkom University juga menugaskan mahasiswa KKN untuk melakukan edukasi lapangan dan membantu korban di beberapa wilayah," pungkasnya.(ijr/sep)
