Disnakan Bandung Barat Siapkan Penanganan Limbah Kotoran Hewan

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani limbah kotoran hewan (kohe) yang dibuang langsung ke sungai.
Kepala Dinas Peternakan dan perikanan (Disnakan) KBB, Wiwin, mengatakan, persoalan limbah kotoran hewan oleh peternak sapi perah harus bisa diatasi bersama. "Hal ini menjadi kebiasaan tidak baik dengan membuang limbah ke saluran air, yang berisiko besar bagi lingkungan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat," katanya.
Ia menambahkah dalam mengatasi persoalan limbah kohe yang dibuang langsung ke sungai pihaknya telah menyiapkan beberapa kebijakan. "Yang pertama adalah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah kotoran ternak yang baik. Kami akan melakukan peningkatan pengawasan terhadap pengelolaan limbah secara berkala," katanya.
"Selain itu kami akan mempersiapkan untuk membangun unit pengolahan limbah komunal yang mengubah kotoran hewan menjadi pupuk dan biogas," sambungnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini sudah berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat Barat terkait pengolahan limbah kotoran hewan. "Wilayah Parongpong, Cisarua dan Lembang merupakan sentra peternakan sapi perah. Hingga saat ini Pemkab Bandung Barat mencatat ada sebanyak 26.723 ekor sapi perah yang dimiliki oleh perorangan," katanya.
Ia menegaskan, sektor peternakan sapi perah memiliki potensi ekonomi yang lebih luas daripada hanya produksi susu. Daging, jeroan, kulit, tulang, bahkan kotoran dan urin sapi perah, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis. "Semangat terus dalam beternak, semoga langkah-langkah yang diambil dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi peternak," tandasnya.(ijr/sep)
