Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tower Telekomunikasi di Kampung Cijeunjing Terancam Dihentikan Total

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Tower Telekomunikasi di Kampung Cijeunjing Terancam Dihentikan Total
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP KBB, Angga Setia Putra

PASUNDANEKSPRES.ID - Tekanan warga terhadap pembangunan menara telekomunikasi (tower) di Kampung Cijeunjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kian memuncak. Polemik yang berlarut-larut kini mendorong pemerintah daerah bersiap mengambil langkah tegas, termasuk opsi penghentian operasional secara total.

Penolakan terutama datang dari warga RW 26 yang merasa keberadaan tower milik PT Protelindo di wilayah RW 24 menyimpan potensi risiko serius. Kekhawatiran utama mereka bertumpu pada aspek keselamatan dan kelayakan bangunan yang dinilai belum sepenuhnya jelas.

Tower di Kampung Cijeunjing Membahayakan Warga Sekitar

Warga menilai, tanpa kepastian standar teknis yang terpenuhi, keberadaan tower di Kampung Cijeunjing tersebut dapat membahayakan lingkungan sekitar, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem atau gangguan struktural.

Merespons situasi yang semakin memanas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat dengan menggandeng sejumlah pihak terkait, termasuk PLN dan perangkat wilayah setempat. Langkah ini menandakan bahwa pemerintah tidak lagi sekadar memantau, tetapi mulai masuk pada tahap penindakan.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP KBB, Angga Setia Putra, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan guna memastikan penanganan berjalan transparan dan terukur. "Kami tidak ingin polemik ini berlarut tanpa kepastian. Semua pihak kami libatkan agar penanganannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Angga, Minggu (26/4/2026).

Sebagai langkah awal yang cukup drastis, Satpol PP Kabupaten Bandung Barat bahkan telah mengusulkan penghentian sementara aliran listrik ke lokasi tower. Upaya ini dinilai sebagai cara paling efektif untuk menghentikan aktivitas operasional sembari menunggu kejelasan aspek legalitas dan kelayakan teknis bangunan. "Kami beri waktu maksimal 3×24 jam untuk respons dari PLN. Jika diperlukan, pemutusan arus listrik akan dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan,_ tegasnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap pihak pengembang juga semakin kuat. Mereka diwajibkan segera mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebagai bukti bahwa bangunan tersebut telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Tanpa dokumen tersebut, tower tidak hanya berpotensi dihentikan operasionalnya, tetapi juga bisa direkomendasikan untuk dibongkar atau dipindahkan.(ijr/sep)

Berita Terbaru

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle1 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle2 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional2 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang3 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle3 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle3 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional4 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional4 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional4 jam lalu