Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

1,78 Juta Orang di Jawa Barat Menganggur

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|08:49 WIB
Bagikan:
1,78 Juta Orang di Jawa Barat Menganggur

PASUNDANEKSPRES.ID - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat pada Agustus 2025 mencapai 6,77 persen, naik tipis 0,02 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (6,75 persen).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, per Agustus 2025, jumlah pengangguran tercatat 1,78 juta orang, atau bertambah sekitar 10 ribu orang dibanding Agustus 2024.

Jika dilihat dalam tiga tahun terakhir, pada Agustus 2023, TPT mencapai 7,44 persen, turun menjadi 6,75 persen pada 2024, dan sedikit naik kembali menjadi 6,77 persen tahun ini.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi merespons santai kenaikan TPT di Jabar. Menurutnya hal itu akan selesai ketika industri mulai tumbuh.
Pria yang akrab disapa KDM itu mengakui bahwa pengangguran merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, "Ya itu bagian PR yang harus diselesaikan," ungkapnya saat di Gedung Sate, Jumat (7/11).

KDM melanjutkan, pertumbuhan industri di Jawa Barat bakal menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. "Industrinya kan hari ini baru sampai pembangunan, rancang bangun gedung-gedungnya atau tempat-tempat industrinya. Ya tahun depan kan mulai rekrut. Nanti juga akan turun lagi (TPT.red), " katanya.

Pihaknya optimistis masalah itu bisa diselesaikan. "Ini kan memang bukan hanya problem Jabar, itu sudah problem secara umum lah," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Firman Desa menjelaskan, posisi Jawa Barat dalam tingkat pengangguran nasional masih tinggi.

“Kalau berdasarkan peringkat Indonesia, memang Jawa Barat masuk ke dalam kategori yang tinggi. Pergantian biasanya antara peringkat satu sampai tiga, bergantian dengan Banten, Kepri, dan DKI Jakarta,” ujar Firman.

Firman menjelaskan, kondisi itu bisa dimaklumi karena Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan menjadi tujuan urbanisasi para pencari kerja dari berbagai daerah.

“Ada gula, ada semut. Ada investasi, ada perusahaan masuk, otomatis ada pembukaan ruang pekerjaan di Jawa Barat. Tapi persaingannya bukan hanya warga Jawa Barat, melainkan se-Indonesia yang memperebutkannya,” katanya.

Menurutnya, ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan pembukaan lapangan kerja baru turut memengaruhi kenaikan TPT.

“Penduduk Jawa Barat setiap tahun makin lama makin tinggi saja. Sekarang sudah mencapai 54 juta penduduk. Pertumbuhan penduduk dengan pembukaan lapangan pekerjaan baru kadang tidak seimbang, sehingga dari sisi persentase kenaikan TPT ini pasti terjadi,” ucapnya.

Firman menyebut ada tiga langkah utama yang perlu didorong untuk mengatasi pengangguran, yakni peningkatan investasi, penciptaan wirausaha baru, dan perluasan kesempatan kerja di luar daerah.

"Semakin banyak investasi masuk, semakin banyak perusahaan masuk, maka ruang pekerjaan akan terbuka. Kedua, kita dorong kewirausahaan baru agar masyarakat bisa menjadi pengusaha dan menyerap tenaga kerja. Ketiga, kita dorong pekerja migran, baik ke luar negeri maupun luar provinsi,” katanya.

Dia menambahkan, tingginya investasi di Jawa Barat belum berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja karena sebagian besar investasi yang masuk berbentuk padat modal.

"Kalau kita melihat jenis investasi yang masuk, kebanyakan bentuknya padat modal. Serapan tenaga kerjanya cukup rendah dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan pun cukup tinggi,” ujar Firman.(son/dam/zar)

Berita Terbaru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle33 menit lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat1 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional1 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline9 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline13 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta13 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle15 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle16 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional17 jam lalu