Aksi Nyata Bersih Sampah di Sungai Warnai Peringatan Hari Aksi Iklim Internasional di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Semangat kolaborasi lintas sektor mewarnai pelaksanaan Gerakan Aksi Nyata Bersih Sampah yang digelar di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Aksi Iklim Internasional ini melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, komunitas lingkungan, pelajar, dan media.
Aksi ini merupakan tindak lanjut amanat Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH RI dalam rangka pengendalian pencemaran dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Di Kabupaten Subang, kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga terpusat di sepanjang Sungai Kamal hingga kawasan hutan mangrove di muara sungai tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup RI yang dikoordinatori Suhut Hesaki dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Lahan Deputi Bidang Penegakan Hukum KLH/BPLH RI, Kepala DLH Kabupaten Subang Cece Rahman, unsur Pemerintah Kecamatan Sukasari, Kepala Desa Anggasari, serta perwakilan dari PT Pertamina EP, PT Global Dairi Alami, PT Supreme Paper Solution, Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI), Universal Volunteer Indonesia, media lokal seperti Pasundan Ekspres dan RuangArgumen.com, serta pelajar dari MTsN 6 Subang.
Aksi bersih sampah dimulai dengan penyusuran Sungai Kamal menggunakan lima perahu nelayan dari Kampung Mulyasari menuju kawasan hutan mangrove. Sekitar 100 peserta terlibat secara bergantian dalam kegiatan ini. Antusiasme terlihat dari para pelajar berseragam pramuka yang dengan semangat memungut sampah dari sela-sela akar mangrove.
Dalam waktu sekitar dua jam, para peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 20 karung sampah anorganik dengan perkiraan berat sekitar 40 kilogram, terdiri atas plastik, sandal jepit, sepatu anak, boneka, popok bayi, kemasan kopi, kemasan pewangi, hingga styrofoam. Sampah tersebut kemudian dikeringkan dan disalurkan ke Bank Sampah Unit Desa Anggasari.
Ketua Dewan Pembina YLNI, Endra Priatna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian aksi yang dilaksanakan sejak 15 hingga 26 Oktober 2025.
“Gerakan ini kami padukan dengan kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk aksi nyata terhadap perubahan iklim,” ujarnya.
Sementara itu, Suhut Hesaki dari Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa gerakan serupa dilakukan serentak di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Kami apresiasi Subang yang menjadi daerah pertama melaksanakan aksi ini dan berhasil memadukannya dengan kegiatan Jumat Bersih yang rutin dilakukan masyarakat,” ungkapnya.
Perwakilan DLH Subang, Cece Rahman, menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari inisiatif YLNI dan dukungan seluruh pihak.
"Kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Meskipun aksi harus dihentikan lebih cepat karena hujan, semangat peserta tetap tinggi. “Capek sih, tapi seru banget! Bisa bantu bersihin sungai dan hutan mangrove,” ucap Ahmad Zaki, pelajar MTsN 6 Subang yang ikut dalam kegiatan tersebut.(fsh/ysp)
