Bukan Sekadar Urus Administrasi, MPP Subang Siapkan Ruang Laktasi hingga Area Bermain Anak

SUBANG – Mengurus pelayanan publik tidak selalu harus identik dengan ruang tunggu yang kaku. Di MPP Subang, kenyamanan masyarakat juga menjadi bagian dari perhatian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang.
Selain menyediakan berbagai layanan administrasi, MPP Subang dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya ruang laktasi bagi ibu menyusui dan ruang bermain anak.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang mengurus pelayanan sambil membawa anak. Ruang laktasi dapat dimanfaatkan ibu untuk menyusui atau memerah ASI selama berada di MPP.
Sementara ruang bermain anak disiapkan sebagai area bagi anak-anak selama orang tua mengurus berbagai keperluan administrasi. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus mendukung konsep pelayanan publik yang lebih ramah keluarga.
Sekretaris DPMPTSP Subang Tian Muhartianto, didampingi JF Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Risty Wulandari, mengatakan penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari standar operasional pelayanan di MPP.
"Penyediaan ruang laktasi bagi ibu-ibu menyusui dan ruang bermain anak-anak merupakan bagian penting dari SOP pelayanan kami. Karena itu, meski ruangan pelayanan di MPP ini terbatas, kami tetap harus menyediakan fasilitas-fasilitas itu untuk kenyamanan pegawai maupun pengguna layanan," ujar Tian.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan kecepatan dan kemudahan proses administrasi, tetapi juga bagaimana masyarakat merasa nyaman ketika mengakses layanan.
Karena itu, fasilitas pendukung juga disiapkan untuk masyarakat berkebutuhan khusus. Salah satunya berupa kursi khusus bagi penyandang disabilitas.
"Kami juga menyediakan kursi disabilitas sebagai komitmen pelayanan untuk semua kalangan masyarakat," katanya.
Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya DPMPTSP Subang mendorong MPP sebagai ruang pelayanan yang lebih inklusif. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai kelompok, termasuk ibu menyusui, keluarga yang membawa anak, maupun penyandang disabilitas, tetap dapat mengakses pelayanan dengan lebih nyaman.
Konsep tersebut juga memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari banyaknya layanan yang tersedia, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas pendukung mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang datang mengakses pelayanan.(red)
