Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BUMD di Subang Gigit Jari, Tahun 2026 Tak Ada Penyertaan Modal

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|08:15 WIB
Bagikan:
BUMD di Subang Gigit Jari, Tahun 2026 Tak Ada Penyertaan Modal
PENJELASAN: Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar. Cindy Desita/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemkab Subang memastikan tidak akan mengalokasikan penyertaan modal bagi seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahun anggaran 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai dampak keterbatasan anggaran daerah, seiring berkurangnya transfer dana dari Pemerintah Pusat.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar mengungkapkan, pengurangan transfer pusat mencapai Rp361 miliar, sehingga memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian fiskal.

“Semua BUMD Subang pada tahun 2026 tidak diberi penyertaan modal karena keterbatasan anggaran. Untuk tahun 2026 juga jumlah transfer dari Pemerintah Pusat berkurang di angka Rp361 miliar,” terangnga saat diwawancara Pasundan Ekspres, Kamis (18/12/2025).

Meski demikian, Khairil menegaskan kebijakan tersebut tidak akan menjadi kendala terhadap penerimaan dividen dari BUMD.

Menurutnya, mekanisme pembagian dividen telah diatur secara jelas dan tidak bergantung pada penyertaan modal tahunan.

“Kalau menjadi kendala, tidak. Soalnya ada aturannya, dividen yang diterima jumlahnya sebesar 55 persen dari laba setelah pajak, dan itu diungkap pada saat RUPS,” jelasnya.

Untuk memastikan proyeksi pendapatan daerah tetap realistis, Pemkab Subang berencana melakukan simulasi penerimaan dividen dari seluruh BUMD dan menyesuaikannya dengan target pendapatan dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

“Coba nanti kita akan simulasikan penerimaan dividen dari seluruh BUMD, dicocokkan dengan angka yang ada di APBD tahun anggaran 2026,” kata Khairil.

Terkait setoran dividen dari BUMD, Khairil menyebut, tidak semua perusahaan daerah berada dalam kondisi keuangan yang memungkinkan untuk menyetor dividen. Salah satunya adalah BPR KU Jabar yang hingga saat ini masih mengalami kerugian.

“BPR KU tidak bakal setor dividen karena sedang rugi. Kalau untuk PT Subang Sejahtera masih harus menunggu RUPS perubahan RKAP tahun 2025 di bulan Desember ini,” tutupnya.

Kebijakan tanpa penyertaan modal ini, kata Khairil, menjadi tantangan tersendiri bagi BUMD di Subang untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi usaha, sekaligus menjaga kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah di tengah keterbatasan fiskal.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional28 menit lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Nasional34 menit lalu
Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Nasional51 menit lalu
MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional57 menit lalu
ADVERTISEMENT
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional1 jam lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga2 jam lalu
Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Subang3 jam lalu
Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional3 jam lalu
Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Nasional4 jam lalu
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Nasional4 jam lalu