Bupati Subang: Investasi Tinggi, Pengangguran Harus Menurun

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang mencatat sejarah baru dengan realisasi investasi mencapai Rp18,2 triliun pada tahun 2025, tertinggi sepanjang sejarah daerah dan menjadi salah satu yang terbesar di Kawasan Rebana. Namun di tengah capaian gemilang tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mengaku belum merasa puas, karena ingin mengurangi angka pengangguran di Subang.
Menurut Bupati yang disapak Kang Rey itu, tingginya angka investasi harus berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Ia menilai keberhasilan investasi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat apabila angka pengangguran masih tinggi.
"Saya sedih, belum berbahagia, karena masih banyak anak kita yang belum keterima kerja di industri. Masih banyak pengangguran kita. Bagi saya investasi tinggi, pengangguran harus menurun," tegas Kang Rey usai membuka Subang Investment Forum (SIF) 2026 di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Rabu (24/6).
Dalam forum tersebut, Kepala DPMPTSP Kabupaten Subang Dikdik Solihin mengungkapkan bahwa realisasi investasi Subang pada 2025 mencapai Rp18,2 triliun. Angka tersebut jauh melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Subang maupun target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Capaian tersebut sekaligus menjadi realisasi investasi tertinggi sepanjang sejarah Kabupaten Subang.
Kang Rey menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari posisi strategis Subang yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, industri hingga pariwisata. Karena itu, Pemerintah Daerah membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Subang.
"Kami sangat membuka peluang kepada siapa pun yang mau berinvestasi di Kabupaten Subang. Kami jamin keamanan dan kenyamanan berinvestasi," ujarnya.
Investor Dipermudah, Wajib Serap Tenaga Kerja Lokal
Meski membuka pintu investasi selebar-lebarnya, Kang Rey menegaskan ada satu hal yang selalu ia minta kepada para investor, yakni memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Subang.
Ia menegaskan selama memimpin Kabupaten Subang tidak pernah mempersulit investor maupun meminta imbalan apa pun. Sebaliknya, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan perizinan yang cepat dan iklim investasi yang kondusif.
"Saya tidak pernah mempersulit investor atau memungut satu peser pun dari investor. Permintaan saya hanya satu, seluruh industri yang masuk Kabupaten Subang harus mempekerjakan tenaga-tenaga orang Subang," tegasnya.
Menurutnya, manfaat investasi harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja baru dan meningkatnya kesejahteraan warga sekitar kawasan industri.
Siapkan SDM dan Sistem Rekrutmen Satu Pintu
Kang Rey mengakui penyerapan tenaga kerja lokal tidak hanya bergantung pada industri, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Subang.
Karena itu, Pemkab Subang menggandeng berbagai perguruan tinggi dan politeknik untuk menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan industri yang berkembang di daerah tersebut.
"Siapkan jurusan yang sesuai dengan industri yang masuk di Kabupaten Subang, agar lima sampai sepuluh tahun ke depan kita memiliki lulusan yang memang dibutuhkan dunia kerja," katanya.
Selain itu, Pemkab Subang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan sistem pencarian kerja satu pintu yang diharapkan dapat mempermudah proses rekrutmen tenaga kerja sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mekanisme outsourcing.(idr/ysp)
