Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

CEO Telegram Pavel Durov Ditangkap Sesaat Setelah Mendarat di Bandara Prancis, Ini Alasan yang Diduga Menjadi Penyebabnya

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:43 WIB
Bagikan:
CEO Telegram Pavel Durov Ditangkap Sesaat Setelah Mendarat di Bandara Prancis, Ini Alasan yang Diduga Menjadi Penyebabnya
CEO Telegram Pavel Durov Ditangkap Sesaat Setelah Mendarat di Bandara Prancis, Ini Alasan yang Diduga Menjadi Penyebabnya

PASUNDAN EKSPRES - CEO Telegram Pavel Durov, dilaporkan telah ditangkap di Bandara Le Bourget di dekat Paris pada Sabtu pagi, (24/8/2024).

Penangkapan miliuner Rusia berusia 39 tahun ini dilakukan berdasarkan surat penangkapan yang terkait dengan pelanggaran yang melibatkan Telegram.

Dilansir dari BBC Internasional, Kedutaan Besar Rusia di Prancis segera mengambil langkah untuk mengklarifikasi situasi tersebut.

TV Prancis, TF1, mengungkapkan bahwa Durov tengah bepergian dengan jet pribadinya setelah pulang dari Azerbaijan sebelum ditangkap.

Laporan dari South China Morning Post menyebutkan bahwa penyelidikan terhadap Durov diduga berkaitan dengan kurangnya moderasi di platform Telegram, yang diduga memfasilitasi aktivitas ilegal.

Telegram sendiri sangat populer di negara-negara seperti Rusia, Ukraina, dan bekas wilayah Uni Soviet lainnya.

Aplikasi ini sempat dilarang di Rusia pada tahun 2018 setelah Durov menolak memberikan data pengguna kepada pemerintah, namun larangan tersebut dicabut pada 2021.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Telegram menjadi sumber utama informasi tanpa saringan dari berbagai pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

Platform ini juga digunakan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan pejabatnya, serta oleh Kremlin dan Pemerintah Rusia untuk menyebarkan berita mereka.

Berdasarkan laporan Forbes, kekayaan Durov dilaporkan mencapai USD 15,5 miliar atau sekitar Rp241 triliun.

Meskipun mendapat tekanan dari beberapa pemerintah, Telegram dengan 900 juta pengguna aktif, berusaha untuk tetap menjadi platform netral dan tidak terlibat dalam geopolitik.

(dbm)

Berita Terbaru

Update Ranking AFC Terbaru: Persib Menang 2-0 atas Melbourne Victory, Liga Indonesia Masih di Posisi 16 Asia

Update Ranking AFC Terbaru: Persib Menang 2-0 atas Melbourne Victory, Liga Indonesia Masih di Posisi 16 Asia

Olahraga3 menit lalu
Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI Tuai Kritik, Publik: Nirempati!

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI Tuai Kritik, Publik: Nirempati!

Nasional6 menit lalu
IHSG Hari Ini Melemah 1% ke Level 5.021, Sebanyak 499 Saham Tertekan

IHSG Hari Ini Melemah 1% ke Level 5.021, Sebanyak 499 Saham Tertekan

Nasional13 menit lalu
Pemerintah Targetkan Motor Listrik Merambah Seluruh Indonesia pada 2035, Ojol dan Kurir Jadi Prioritas Mulai 2027

Pemerintah Targetkan Motor Listrik Merambah Seluruh Indonesia pada 2035, Ojol dan Kurir Jadi Prioritas Mulai 2027

Headline13 menit lalu
ADVERTISEMENT
Civitas Akademika Unpad Desak Pemerintah Atasi Krisis, Soroti Keadilan Antar Generasi

Civitas Akademika Unpad Desak Pemerintah Atasi Krisis, Soroti Keadilan Antar Generasi

Nasional16 menit lalu
Bapperida Subang Perkuat Publikasi Data Geospasial, Dukung Pembangunan Berbasis Data

Bapperida Subang Perkuat Publikasi Data Geospasial, Dukung Pembangunan Berbasis Data

Headline20 menit lalu
Geruduk Pabrik BYD Subang, Warga Tuntut Kuota 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

Geruduk Pabrik BYD Subang, Warga Tuntut Kuota 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

Subang36 menit lalu
Subang Bahas Integrasi Beras Fortifikasi dalam Program MBG, Cegah Anemia dan Stunting

Subang Bahas Integrasi Beras Fortifikasi dalam Program MBG, Cegah Anemia dan Stunting

Headline40 menit lalu
Kemendagri Siapkan Insentif Rp1 Triliun, MBG Bisa Pengaruhi Penilaian Pemda

Kemendagri Siapkan Insentif Rp1 Triliun, MBG Bisa Pengaruhi Penilaian Pemda

Nasional50 menit lalu
Satreskrim Polres Purwakarta Bongkar Kasus Pemalsuan SLHS SPPG, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Satreskrim Polres Purwakarta Bongkar Kasus Pemalsuan SLHS SPPG, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Headline1 jam lalu