Cinta Ibu Tak Bertepi, Rela Donorkan Hati Demi Kesembuhan Bayi 18 Bulan

SUBANG – Pengorbanan seorang ibu kembali menunjukkan betapa besarnya cinta kepada buah hati. Seorang ibu asal Desa Siluman, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, rela menjalani tindakan medis untuk mendonorkan sebagian hatinya demi menyelamatkan sang anak yang masih berusia 18 bulan.
Kisah haru tersebut dialami keluarga Diki Erdin Hardiana, warga Kampung Siluman RT 22/07, Desa Siluman. Sang buah hati sejak usia sekitar dua bulan telah terdeteksi mengalami kelainan pada organ hati.
Sejak saat itu, keluarga terus berupaya memberikan pengobatan terbaik. Berbagai pemeriksaan kesehatan hingga tindakan medis dijalani agar sang anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya.
Namun, perjuangan keluarga tersebut belum berakhir. Di usia yang baru menginjak 18 bulan, sang anak harus menjalani tindakan transplantasi hati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Yang membuat perjuangan tersebut semakin mengharukan, donor hati untuk sang anak berasal dari ibu kandungnya sendiri.
Sang ibu rela menjalani tindakan medis dan memberikan sebagian organ hatinya demi memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi buah hatinya.
Di tengah perjuangan tersebut, keluarga menghadapi persoalan lain, yakni kebutuhan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Tidak seluruh kebutuhan pembiayaan dapat ditanggung oleh BPJS, sehingga keluarga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Siluman bersama Pemerintah Kecamatan Pabuaran kemudian berupaya membantu keluarga dengan mengajukan permohonan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Subang.
Pada Rabu (7/10/2026), BAZNAS Kabupaten Subang melakukan supervisi terhadap pengajuan bantuan tersebut. Kegiatan dilakukan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Subang, Ustaz T. Munandar Hilmi, S.Ag., mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, didampingi Kabag dan staf BAZNAS Kabupaten Subang.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Subang juga menyalurkan bantuan stimulan biaya pengobatan melalui Program Subang Cageur Bidang Kesehatan.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Subang, T. Munandar Hilmi, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit, khususnya keluarga yang membutuhkan biaya pengobatan.
“Bantuan ini memang mungkin belum sebanding dengan seluruh kebutuhan yang harus ditanggung keluarga. Namun, kami berharap bantuan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban keluarga dan memberikan semangat kepada orang tua dalam menjalani proses pengobatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Subang kepada BAZNAS.
ZIS tersebut berasal dari para muzaki, munfiq, dan mutashoddiq, termasuk ASN, OPD, BLUD, karyawan, pengusaha, petani, serta masyarakat Kabupaten Subang.
“Semoga bantuan yang disalurkan ini memberikan manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh masyarakat yang telah menitipkan ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Subang,” katanya.
BAZNAS Kabupaten Subang juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada keluarga tersebut. Sebab, perjuangan keluarga masih panjang, terlebih sang ibu juga harus menjalani proses medis sebagai donor bagi buah hatinya.
“Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka,” demikian ajakan BAZNAS Kabupaten Subang.
BAZNAS berharap proses transplantasi hati dapat berjalan lancar, sang ibu diberikan kekuatan, dan sang anak mendapatkan kesembuhan sehingga dapat tumbuh sehat serta menjalani kehidupan dengan baik.(hdi/ysp)
