Dinas Kesehatan Catat HIV/AIDS di Subang Capai 338 Kasus

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat sebanyak 338 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Sementara data untuk November masih dalam proses masuk ke Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA).
Sementara itu, pada tahun 2024 lalu tercatat ada 404 kasus HIV AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Subang, dr. Noni menyampaikan, upaya penanggulangan HIV/AIDS dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan.
Pada program pencegahan melalui transmisi seksual, Dinkes menggandeng berbagai lembaga untuk menjangkau kelompok berisiko tinggi.
“Penjangkauan dan pendampingan dilakukan kepada LSL, transgender, dan pengguna Napza oleh PKBI. Untuk WPS dan pelanggan pekerja seks oleh Resik, sementara ODHIV dan pasangannya didampingi oleh Female Plus,” terangnya saat diwawancara Pasundan Ekspres.
Selain itu, lanjutnya, pencegahan penularan dari ibu positif HIV kepada anak turut menjadi perhatian serius. Dinkes melakukan skrining secara luas, khususnya kepada ibu hamil yang menjadi kelompok prioritas.
“Program pencegahan dilakukan dengan memberikan obat pencegahan kepada kelompok berisiko tinggi yang aktif secara seksual,” kata dr. Noni.
Dalam hal tatalaksana, setiap Orang dengan HIV (ODHIV) yang ditemukan langsung mendapatkan terapi antiretroviral (ARV).
“Setelah enam bulan pengobatan, dilakukan pemeriksaan viral load untuk memastikan keberhasilan pengobatan,” ujarnya.
Penanganan khusus juga diberikan kepada ibu hamil HIV positif. Setelah menjalani pengobatan enam bulan dan viral load terkontrol, mereka dapat melahirkan secara normal.
“Untuk bayi yang dilahirkan, dalam enam jam pertama diberikan obat pencegahan dan dilanjutkan hingga enam minggu,” tambahnya.
Guna mencapai keseluruhan target pengendalian HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Subang memperkuat layanan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Upaya yang dilakukan adalah men-set up layanan baik di fasilitas pemerintah maupun swasta,” tutup dr. Noni.
Sebelumnya, Sekda Subang Asep Nuroni menekankan pentingnya penguatan langkah-langkah pencegahan dan validasi data. Hal itu dia sampaikan saat Rapat Pertemuan Jejaring PDP dan Validasi Data Jangkauan HIV/AIDS di Kabupaten Subang. Bertempat di Ruang Rapat BP4D Kabupaten Subang, pada Kamis (02/10/2025) lalu.
Menurutnya, isu HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius di tingkat global, nasional, maupun daerah, termasuk juga di Kabupaten Subang.
Asep Nuroni mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dalam menekan laju penyebaran HIV/AIDS.
“Dengan sinergi dan gotong royong, kita dapat menekan laju penyebaran HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Subang,” pungkasnya.(cdp/ysp)
