Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dinas Pertanian Kabupaten Subang Awasi Alih Fungsi Lahan Pertanian

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|09:12 WIB
Bagikan:
Dinas Pertanian Kabupaten Subang Awasi Alih Fungsi Lahan Pertanian
PERTANIAN: Sejumlah petani saat memanen padi di salah lahan pesawahan di Subang. Dinas Pertanian Kabupaten Subang tengah mengawasi pemberlakuan alih fungsi lahan pertanian, tujuannya agar lahan pertanian tetap terjaga.

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Subang tengah mengawasi pemberlakuan alih fungsi lahan pertanian. Tujuannya agar lahan pertanian tetap terjaga. Sehingga Subang tetap menjadi salah satu daerah lumbung padi nasional.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Subang Sulaeman Sidik mengatakan, pihaknya selalu berpedoman pada UU Nomor 41 Tahun 2009 bahwa ada lahan yang dilindungi.

"Kemudian Perbup Nomor 14 tahun 2013 juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui diinas pertanian harus memilah lokasi yang dijadikan untuk usaha, baik perumahan, pendidikan, maupun Kesehatan," ucapnya.

Sulaeman mengatakan, mulai dari tahun 2023 pihaknya membatasi mana lahan yang produktif dan tidak produktif.

"Kita sering berempug dengan Bidang Tata Ruang Dinas PUPR terkait dengan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang harus dilindungi, sesuai dengan Perbup Nomor 35 Tahun 2023 bahwa Pemerintah Daerah harus konsisten dengan program ketahanan pangan," ucapnya.

Lahan-lahan yang produktif tersebut berada mulai dari Pagaden hingga ke wilayah Subang Utara. Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Patimban sebagai pengecualian karena bagian dari program Pemerintah Pusat.

"Itu program pusat untuk perekonomian Pelabuhan Patimban kurang lebih di 400 hektare mengikuti arahan pusat. Tetapi untuk-untuk lahan produktif lainnya tetap kita pertahankan melalui kajian teknis, kita konsisten pada program Asta Cita Pak Presiden," ucapnya.

Sulaeman menyebutkan, pihaknya terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah mawasan industri di Kabupaten Subang, sebab masih ditemukan status lahan pertanian yang masih belum tahu status LP2B-nya.

"Kawasan industri seperti Cibogo, Purwadadi, dan lainnya saat ini kita tengah melakukan kajian teknis. Apalagi sekarang ini peraturan dari KPK terkait LP2B, kemudian dari Pak Gubernur juga terutama yang jadi polemik itu lahan pertanian yang ada di Cipeundeuy terkait dengan pabrik BYD, apakah itu LP2B atau bukan," ucapnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan Dinas Pertanian akan lebih jeli lagi dalam mengawasi hal tersebut sehingga luas LP2B tetap terjaga.

"Ke depan kami akan teliti lagi, supaya LP2B dapat dipertahankan di angka 64.245 hektare di Subang tengah dan Subang utara," ucapnya.

Sementara itu, Dosen Pertanian Politeknik Negeri Subang (Polsub), Tita Nurmaina Sari Hidayah menegaskan, perlindungan lahan pertanian harus dituangkan dalam regulasi yang lebih kuat.

Ia menyarankan agar Pemkab Subang segera menetapkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur secara tegas larangan mengalihfungsikan lahan produktif untuk pembangunan pabrik atau industri.

“Jika tidak ada regulasi yang jelas, dikhawatirkan lahan-lahan subur akan semakin berkurang. Padahal Subang punya potensi besar di sektor pertanian,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, beberapa waktu lalu.

Menurut Tita, pembangunan industri di Subang memang tidak bisa dihindari seiring masuknya berbagai investasi.

Namun, lokasi pembangunan sebaiknya diarahkan ke lahan non-produktif atau kawasan yang memang sudah ditetapkan sebagai area industri. Dengan begitu, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga.

Selain regulasi, perhatian pemerintah terhadap petani juga sangat penting. Tita menilai petani harus mendapat dukungan berupa bantuan teknologi, akses pasar yang lebih luas, hingga pelatihan keterampilan agar lahan yang dikelola tetap produktif dan berdaya saing.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Subang, H. Adik, menegaskan pentingnya percepatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Menurutnya, pembangunan kawasan industri tidak boleh mengorbankan lahan pertanian produktif yang menjadi penopang ketahanan pangan.

“Regulasi terkait pembatasan lahan produktif dulu sempat dibahas lewat LP2B. Hari ini kita butuh industri, tetapi bukan berarti harus sepenuhnya mengorbankan lahan pertanian,” ungkapnya saat diwawancara Pasundan Ekspres.

Ia menilai, ketahanan pangan merupakan persoalan fundamental yang lebih mendasar daripada kebutuhan industri. Karena itu, Perda LP2B harus segera disahkan agar menjadi payung hukum dalam melindungi lahan pertanian dari alih fungsi.

Adik juga menyoroti kondisi geografis kawasan industri di Subang yang tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, tata ruang seharusnya lebih terpadu agar kawasan industri tidak merambah ke lahan-lahan produktif.

Dengan pola yang terpadu, lanjut Adik, arah pembangunan industri bisa lebih terkonsentrasi tanpa mengganggu lahan pertanian yang menyokong kebutuhan pangan masyarakat.(fsh/znl/cdp/ysp)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline2 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline2 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline2 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle5 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle6 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle7 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle8 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional8 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 jam lalu