Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gelombang PHK Melanda Pabrik Tekstil Indonesia, Ini Penyebab Utamanya

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|17:43 WIB
Bagikan:
Gelombang PHK Melanda Pabrik Tekstil Indonesia, Ini Penyebab Utamanya
Foto/screenshot Via Freepik/studioworkstock

PASUNDAN EKSPRES - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia terus berlanjut, dengan peningkatan yang signifikan menjelang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2024.

PHK tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah perusahaan sebagai upaya menghindari kewajiban pembayaran THR, meskipun tren tersebut tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya menurut Serikat Pekerja. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, menjelaskan bahwa tren PHK menjelang Lebaran banyak terjadi pada tahun 2018-2019, dengan manajemen mengatur masa kontrak pekerja agar berakhir mendekati pembayaran THR.

Namun, setelah negosiasi dengan perusahaan, beberapa mengakui kesulitan cash flow dan terpaksa melakukan PHK.

Akan tetapi, situasi PHK untuk menghindari pembayaran THR saat ini jarang terjadi, karena kebanyakan perusahaan kesulitan finansial.

Meskipun demikian, masih ada perusahaan yang mencari cara agar bisa melakukan PHK dan terhindar dari kewajiban pembayaran THR.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk terus melakukan penataan dan pengawasan ketenagakerjaan, terutama karena jumlah pegawai pengawas terbatas dan tidak semua perusahaan memiliki serikat pekerja.

Seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia pada 29 Maret, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, menyatakan bahwa kondisi industri tekstil terus tergerus sejak kuartal III tahun 2022 akibat pandemi Covid-19 dan masuknya produk impor ke pasar domestik.

Akibatnya, perusahaan TPT nasional semakin kesulitan dan terpaksa mengurangi produksi serta melakukan PHK, bukan hanya karena momen THR Lebaran.


(hil/hil)

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle58 menit lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu