Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Guru Direpotkan Urus MBG di Sekolah, Manajeman Distribusi Makanan Perlu Diatur

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:17 WIB
Bagikan:
Guru Direpotkan Urus MBG di Sekolah, Manajeman Distribusi Makanan Perlu Diatur

PASUNDANEKSPRES.ID – Sejumlah guru di Subang menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Mereka menilai pembagian makanan yang seharusnya berjalan lancar justru harus terpaksa menyesuaikan waktu pembelajaran.

Keluhan ini salah satunya datang dari Wakasek Kurikulum SMPN 1 Sagalaherang, Agita Setia Perwana. Dia menjelaskan guru kini harus mengalokasikan waktu tambahan hanya untuk mengondisikan siswa selama pembagian MBG. Akibatnya, jam belajar menjadi terpotong sementara beban kerja guru semakin bertambah.

“Sekarang ada MBG yang istilahnya guru harus mengondisikan anak, otomatis itu harus menyesuaikan dengan kondisi ini, yang mana berimbas kepada guru. Memang ada bayaran namun tidak sesuai dengan pekerjaan distribusi MBG yang ada,” ujar Agita kepada wartawan Pasundan Kamis (20/11/2025).

Agita menegaskan, para guru sangat mendukung program MBG sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, sebagai pihak yang setiap hari berhadapan dengan teknis pelaksanaan, ia berharap pemerintah menyediakan sistem dan tenaga khusus agar guru tidak harus ikut turun tangan mengurus pembagian makanan.

“Kalau boleh, aspirasi ini disampaikan kepada pihak yang bersangkutan. Tolong sediakan dapur di sekolah masing-masing dengan petugas khusus, supaya pembagian makanan tertib tanpa campur tangan guru. Jangan semuanya dibebankan kepada kami,” tambahnya.

Selain soal tenaga pembagian, Agita juga menyoroti masalah perlengkapan makan yang kerap menimbulkan persoalan baru. Hilangnya tempat makan milik siswa, misalnya, sering kali menjadi beban pihak sekolah.

“Kalau ada tempat makan yang hilang, jangan sampai sekolah yang harus menggantinya. Ini juga harus dipertimbangkan,” jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah satu guru di Subang yang tidak mau disebutkan sekolahnya, Sandi. Dia menuturkan persoalan MBG bukan hanya pada teknis pembagian, tetapi juga pada manajemen waktu yang akhirnya membuat guru kesulitan menuntaskan materi pembelajaran.

Menurutnya, guru sering terjebak pada rutinitas di luar tugas utama mereka sebagai pendidik.

Sandi menilai pemerintah harus membuat mekanisme pembagian yang tidak mengganggu proses belajar di kelas dan tidak membuat guru teralihkan dari tugas akademiknya.

Guru lainnya, Indra, juga turut menyampaikan pendapat. Menurutnya, pelaksanaan MBG seharusnya menjadi pendukung pendidikan, bukan malah menambah beban guru.

“Fokus utama guru itu mengajar. Kalau pekerjaan tambahan seperti pembagian MBG terus dibebankan, kualitas pembelajaran bisa terpengaruh. Karena itu perlu ada petugas khusus agar guru tetap bisa menjalankan tugas utamanya,” ujarnya.

Indra menambahkan guru sebenarnya tidak mempermasalahkan program tersebut. Namun, ia berharap pemerintah benar-benar memahami kebutuhan teknis di lapangan dan menyediakan fasilitas pendukung agar pelaksanaan MBG tidak menambah tekanan ataupun tanggung jawab ekstra yang tidak relevan dengan tugas mengajar.

Para guru berharap pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta pihak terkait dapat mengevaluasi kembali manajemen program MBG di sekolah-sekolah. Mereka menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan mulia, tetapi implementasinya harus lebih terstruktur agar tidak mengganggu ritme pendidikan.

Mulai dari penyediaan dapur di sekolah, petugas khusus pembagian makanan, sistem pembagian yang tertib, hingga tanggung jawab terhadap perlengkapan makan siswa semua ini diharapkan dapat diperbaiki agar guru tetap bisa menjalankan perannya sebagai pendidik dan pengajar tanpa terganggu beban tambahan.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline3 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline4 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline4 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle6 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle7 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle8 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle9 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional9 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle10 jam lalu
Guru Direpotkan Urus MBG di Sekolah, Manajeman Distribusi Makanan Perlu Diatur | Pasundan Ekspres