Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Harga Plastik dan Kedelai Naik, Perajin Tempe di Purwakarta Terpaksa Kurangi Berat dan Ukuran

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|10:00 WIB
Bagikan:
Harga Plastik dan Kedelai Naik, Perajin Tempe di Purwakarta Terpaksa Kurangi Berat dan Ukuran
Sujoyo (55) perajin tempe di Jalan Kampung Lodaya, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kamis (9/4/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID - Para perajin tempe di Kabupaten Purwakarta semakin terbebani dengan lonjakan harga bahan baku dan perlengkapan produksi. 

Hal ini seperti yang disampaikan Sujoyo (55), perajin tempe di Jalan Kampung Lodaya, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kamis (9/4/2026).

Sujoyo mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan tanpa mengalami kerugian.

"Kendalanya banyak sekali. Harga plastik pembungkus naik drastis, dari kisaran Rp33 ribu sampai Rp34 ribu sekarang jadi Rp55 ribu," katanya. 

Tak hanya itu, sambungnya, harga kedelai juga naik dari sekitar Rp9.000-an sekarang harganya nyaris Rp11.000 per kilogram

Kondisi ini memaksa Sujoyo dan perajin lainnya mengambil langkah yang tak biasa. Alih-alih menaikkan harga jual, mereka memilih untuk mengurangi ukuran dan berat tempe.

"Kalau harga dinaikkan, warung dan masyarakat juga keberatan. Jadi kami siasati dengan mengurangi ukuran. Misalnya yang tadinya 4 ons, sekarang jadi 3,5 ons. Timbangan juga dikurangi sedikit supaya tidak rugi," ujarnya.

Langkah tersebut, kata dia, terpaksa dilakukan agar usaha tetap berjalan, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membayar upah karyawan. 

Dengan segala upaya dan siasatnya itu, Sujoyo mengaku bahwa pendapatannya tetap saja menurun.

"Keuntungan kami memang tidak besar, yang penting cukup untuk keluarga dan karyawan. Tapi tetap saja sekarang terasa berat," ucapnya.

Sujoyo mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga yang terjadi belakangan ini. Akan tetapi, ia berharap pemerintah lebih memperhatikan pelaku usaha kecil seperti perajin tempe dan tahu yang kini mulai “menjerit”.

"Jangan sampai masyarakat kecil ini terjepit. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama soal harga bahan baku," katanya.

Di lokasi produksi milik Sujoyo, aktivitas pembuatan tempe masih berjalan seperti biasa, meski dalam tekanan biaya. 

Proses awal, tampak kedelai direndam dalam drum besar sebelum direbus menggunakan tungku berbahan bakar kayu. Setelah itu, kedelai dikupas, dicuci, lalu difermentasi dengan ragi.

Para pekerja terlihat telaten membungkus kedelai yang sudah diberi ragi menggunakan plastik, yang kini menjadi salah satu komponen biaya paling mahal. 

Bungkus-bungkus tempe itu kemudian disusun rapi di rak kayu untuk proses fermentasi selama satu hingga dua hari. Jika diperhatikan lebih dekat, ukuran tempe yang dihasilkan memang sedikit lebih kecil dibanding sebelumnya. 

"Karena gramnya dikurangi, jadi ukuran panjangnya ikut turun, yang biasanya dipotong 25 Cm, sekarang paling cuman 20 Cm, tapi harga tetap sama di Rp 4.000," ujar Sujoyo.(add/ysp) 

Berita Terbaru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle34 menit lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat1 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional1 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline9 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline13 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta13 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle15 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle16 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional17 jam lalu