Hasil Uji Lab Makanan Penyebab Keracunan MBG di Subang Belum Keluar

PASUNDANEKSPRES.ID - Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang belum juga keluar.
Pemeriksaan sampel tersebut hingga kini masih dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat, bukan di tingkat kabupaten.
Kepala Labkesda Subang, Euis Safarina membenarkan pihaknya belum melakukan pemeriksaan langsung terhadap sampel makanan terkait kasus tersebut.
Ia menjelaskan, saat ini Labkesda Kabupaten masih dalam tahap persiapan untuk dapat menangani uji laboratorium semacam itu.
“Kalau sampel makanan untuk kasus keracunan masih diperiksa di labkes provinsi dan dinas kesehatan yang menangani,” ujar Euis, saat dihubungi Pasundan Ekspres, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, Labkesda Subang tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten dan Provinsi untuk memperkuat sarana prasarana (sarpras), bahan medis habis pakai (BMHP), serta sumber daya manusia (SDM) agar ke depan bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri.
“Iya, belum (dilakukan di Labkesda Subang). Ini lagi persiapan terkait sarpras, BMHP, SDM, dan koordinasi dengan Dinkes,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang, dr. Maxi, mengonfirmasi bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG di Subang belum keluar.
“Sampai saat ini belum ada hasilnya,” kata dr. Maxi singkat.
Belum ada keterangan resmi dari pihak laboratorium provinsi mengenai estimasi waktu keluarnya hasil pemeriksaan tersebut.
Maxi mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan yang menimpa siswa Sekolah Dasar di wilayah Subang.
Kasus dugaan keracunan ini sebelumnya terjadi di SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Para siswa mengalami gejala mual dan muntah saat berada di sekolah, Kamis (25/9/2025). Dari total 480 siswa, terdapat 11 anak yang mengalami gejala.(cdp/ysp)
