Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Intervensi Pemkab Subang Atasi Persoalan Pengangguran Dipertanyakan

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|09:04 WIB
Bagikan:
Intervensi Pemkab Subang Atasi Persoalan Pengangguran Dipertanyakan
SUMBANG SARAN: Akademisi Universitas Subang, Dr. Ahmad Sobari, S.Sos.,M.AP menyoroti persoalan pengangguran. Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Akademisi Universitas Subang, Dr. Ahmad Sobari, S.Sos.,M.AP menilai, Pemkab Subang belum menggunakan kewenangannya secara maksimal untuk dapat mengatur perusahaan dalam persoalan pengangguran di Subang.

"Sebetulnya pemerintah itu sebagai mediator atau penghubung antara pengusaha dan masyarakat angkatan kerja. Ketika ada banyak perusahaan yang tidak terbuka, pemerintah daerah yang memiliki kewenangan dan kekuasaan seharusnya bisa menghapus itu," ucapnya mantan birokrat Subang itu saat menghadiri diskusi soal pengangguran di Stiesa, pekan lalu.

Menurutnya, salah satu alat yang bisa digunakan pemerintah untuk memecahkan masalah tersebut adalah melalui perizinan.

"Perizinan itu berfungsi untuk mengatur penggunaan ruang sehingga sesuai dengan rencana pembangunan," ucapnya.

Ia menyebutkan, soal insentif dan disinsentif terhadap investasi juga seharusnya bisa menjadi alat bargaining position antara pemerintah dengan pihak industri.

"Bagaimana di situ ada penekanan tentang antara pemerintah daerah sebagai pemegang kekuasaan dengan para investor yang hadir di Kabupaten Subang," ucapnya.

Akan tetapi, dalam mengimplikasikan kebijakan-kebiajakan publik tersebut selalunya bergantung kepada APBD, tapi Subang justru harus dihadapkan dengan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), sehingga berpotensi terhadap berkurangnya kualitas birokrasi, investasi, dan kemampuan fiskal daerah.

"Kalau berbicara mengenai alat kebijakan publik pemerintah kabupaten, itu adalah Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD), cuman berbicara APBD, tahun 2026 TKD kita dikurangi sebesar Rp361 miliar, jadi susah," ucapnya.

Padahal, dengan APBD yang mencukupi, berbagai kebijakan untuk mengentaskan berbagai permasalahan ketenagakerjaan dapat dilahirkan, termasuk juga dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia masyarakat angkatan kerja yang ada.

"Ketika kebijakan dari APBD ini menjadi sebuah alat untuk menyelesaikan masalah ini, maka selanjutnya bagaimana Disnaker dapat meng-upgrade SDM yang dibutuhkan oleh kebutuhan industri di Kabupaten Subang, sehingga mereka bisa memberikan supply (tenaga kerja lokal)," ucapnya.

Ahmad juga mengatakan, pemerintah daerah sudah waktunya untuk berkolaborasi dengan akademisi untuk melakukan kebijakan kampus berdampak, sehingga kampus yang ada di subang dapat bekerjasama dengan perusahaan dan pemerintahan untuk melakukan magang.
"Dengan demikian, keterampilan dan soft skill para lulusan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan ini," ucapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan pengembangan pariwisata di Subang yang justru menimbulkan masalah lainnya. Menurutnya kebijakan tersebut dapat menciptakan banyak 'multiplier effect', terutama dalam pengembangan masyarakat di daerah.

"Ada yang menurut saya keliru dalam aspek formulasinya, sehingga kebijakan ini dilakukan out of the box, tapi lupa dengan formulasi yang dibuat yang akhirnya berbagai sektor yang terbawa dari sisi dampak kebijakan itu menjadi persoalan," ucapnya.

Ia mencontohkan kebijakan pelarangan sekolah untuk study tour atau berwisata ke luar kota mengakibatkan menurunnya jumlah kunjungan pada obyek wisata di Subang.
"Berdasarkan data dan dialog kita, ternyata 50 persen itu turun (kunjungannya), bahkan hingga mengakibatkan PHK," ucapnya.(fsh/ysp)

Berita Terbaru

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle33 menit lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle1 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat2 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline14 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta14 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle16 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle17 jam lalu