Judoka Purwakarta Borong Puluhan Medali di Kejurda Jabar 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Kontingen Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Purwakarta tampil gemilang pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Judo Jawa Barat 2026 yang digelar di GOR Adiarsa Hall Sport, Karawang, pada 6-7 Juni 2026. Dari 24 atlet yang diturunkan, para Judoka Purwakarta berhasil membawa pulang 20 medali, terdiri dari 6 medali emas, 5 medali perak, dan 9 medali perunggu.
Capaian tersebut semakin istimewa dengan keberhasilan atlet tingkat SMA, Ilham, yang tidak hanya meraih juara pertama, tetapi juga lolos ke tahap seleksi tingkat nasional menuju KASAD Cup. Hasil itu menjadi bukti bahwa atlet Purwakarta mampu bersaing dengan judoka terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ketua PJSI Kabupaten Purwakarta, Djunaedi, SE, menyebut keberhasilan tersebut bukan hanya kemenangan para atlet yang bertanding di atas matras, tetapi juga hasil dari dedikasi para pelatih yang selama ini membina mereka. "Kemenangan Judoka Purwakarta di Kejurda Jabar 2026 bukan sekadar kemenangan atlet semata, tetapi juga kemenangan para pelatih yang selama ini mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan keringatnya untuk membina anak-anak. Sensei Indra Permana, Sensei Poetro Wicoro, Sensei Hary, dan Sensei Dadang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membentuk karakter, mental, dan kemampuan atlet hingga mampu berdiri di puncak podium," ujar Djunaedi, Senin (8/6).
Prestasi Judoka Purwakarta Berkat Kerja Sama yang Baik
Menurutnya, prestasi yang diraih para atlet menjadi bukti bahwa proses pembinaan judo di Purwakarta berjalan dengan baik dan didukung kerja sama yang solid antara atlet, pelatih, klub, dan orang tua. "Saya selaku Ketua PJSI Purwakarta mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh pelatih dan atlet atas pencapaian yang luar biasa ini. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Purwakarta di tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Prestasi kontingen Purwakarta tersebar hampir di seluruh kelompok pertandingan. Pada kategori TK, Tisya sukses meraih juara pertama, sedangkan Kiya dan Adiba masing-masing finis sebagai juara kedua.
Di kelompok SD kelas 1 hingga 3, Purwakarta kembali menunjukkan dominasinya melalui Rafie Nakhla Maulana dan Hasna Adzkiya Putri yang berhasil meraih medali emas. Sementara Haidar meraih juara kedua dan Arsyad membawa pulang medali perunggu.
Hasil serupa juga diraih atlet kelompok SD kelas 4 hingga 6. Zaskia Alya Azzah dari SD Al-Muhajirin dan Tabina tampil sebagai juara pertama. Nayla meraih juara kedua, sedangkan Lintang, Habibie, Zaki, Abidzar, dan Kenzie berhasil menyumbangkan medali perunggu.
Pada kategori SMP, Alghi meraih juara kedua dan Juan menempati posisi ketiga. Sementara di tingkat SMA, selain Ilham yang keluar sebagai juara pertama, Syifa turut menyumbangkan medali perunggu setelah finis di posisi ketiga. Kontingen Purwakarta juga berhasil meraih podium pada kategori senior melalui Lutfiyah yang menempati peringkat ketiga.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran klub dan pelatih yang selama ini konsisten melakukan pembinaan atlet. Salah satunya Gempur Judo Club yang berada di bawah asuhan Sensei Indra Permana dan Sensei Poetro Wicoro.
Pelatih Gempur Judo Club, Sensei Indra Permana, menyebut hasil yang diraih para atlet merupakan buah dari kedisiplinan dan kerja keras selama menjalani latihan. "Anak-anak sudah menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Yang meraih juara tentu patut diapresiasi, tetapi yang belum berhasil juga harus tetap semangat. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan memperbaiki kekurangan," ujarnya.
Dari Gempur Judo Club, Hasna Adzkiya Putri, siswi kelas 2C SDN 1 Bunder, berhasil meraih juara pertama pada kategori SD. Prestasi serupa juga ditorehkan Rafie Nakhla Maulana, siswa kelas 3 SDN 6 Nagri Kaler, yang sukses menjadi juara pertama di kelompoknya.
Dia berharap prestasi yang diraih para atlet menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi di level yang lebih tinggi. "Bagi atlet yang berhasil meraih podium, pencapaian tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang. Sedangkan bagi yang belum mencapai hasil terbaik, kejuaraan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan melalui latihan yang lebih disiplin dan berkelanjutan," pungkasnya.(mas/sep)
