Juri KIJB 2025 Verifikasi Inovasi Sabun Kertas dari MTsN 1 Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Tim Juri Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda/BP2D) Provinsi Jawa Barat mengecek langsung inovasi SANATSU dari MTsN 1 Subang, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan verifikasi dan validasi ini berlangsung di halaman MTsN 1 Subang.
Tim juri datang untuk menilai secara langsung implementasi, keberlanjutan, serta dampak sosial dari inovasi SANATSU, yaitu sabun kertas organik berbahan limbah kulit nanas.
Inovasi SANATSU sendiri merupakan hasil karya kreatif peserta didik, guru, hingga pembimbing MTsN 1 Subang yang berorientasi pada pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk ramah lingkungan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang Iwan Syahrul, menyampaikan apresiasi kepada para siswa dan guru pembimbing MTsN 1 Subang atas dedikasi dan kreativitas mereka.
Ia menilai, inovasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Subang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui ide-ide inovatif.
“Kami sangat bangga, inovasi dari anak-anak madrasah ini mampu menembus kompetisi tingkat provinsi dan bersaing dengan berbagai inovasi dari seluruh Jawa Barat,” ujarnya.
Selain itu, dukungan terhadap generasi muda perlu terus diperkuat agar inovasi-inovasi seperti SANATSU dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Iwan berharap, hasil verifikasi ini akan menjadi motivasi bagi sekolah lain di Kabupaten Subang untuk terus berinovasi.
"Maka BP4D akan terus mendorong munculnya inovasi di berbagai bidang, baik pendidikan, lingkungan, maupun pelayanan publik. Kami ingin Subang menjadi kabupaten yang unggul dalam inovasi daerah,” tambahnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Subang, H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap prestasi yang diraih MTsN 1 Subang.
Ia menilai keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa madrasah mampu bersaing dan berinovasi di tingkat provinsi.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para guru pembimbing dan siswa. Inovasi ini tidak hanya membanggakan madrasah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar Kemenag Subang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Subang H. Jijib Mujiburrohman, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I., juga mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian siswanya.
Ia menilai bahwa keberhasilan SANATSU menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi tidak mengenal batas antara madrasah dan sekolah umum.
“Kami ingin terus menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan madrasah agar siswa mampu berpikir kritis, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan,” katanya dengan semangat.
Sebelumnya, inovasi SANATSU telah mencuri perhatian dalam ajang Subang Innovation Festival (SIF). Keberhasilan tersebut mengantarkan MTsN 1 Subang sebagai wakil Kabupaten Subang di tingkat provinsi. Dari ratusan inovasi yang terdaftar, SANATSU berhasil menembus 18 besar dan bahkan meraih posisi ke-3 dalam kategori pendidikan sekolah pada KIJB 2025.
Selain penilaian teknis, kegiatan tersebut juga menjadi ajang berbagi inspirasi antar peserta didik. Tim juri berkesempatan berdialog langsung dengan para inovator muda MTsN 1 Subang yang mempresentasikan proses pembuatan sabun kertas organik, mulai dari pengolahan limbah kulit nanas hingga menjadi produk siap pakai.
Kunjungan Tim Juri KIJB 2025 ke MTsN 1 Subang ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Subang memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi-inovasi kreatif.
"Maka melalui kolaborasi antara BP4D, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan muncul lebih banyak karya inovatif yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Subang," tutup Iwan Syahrul, Kepala BP4D Kabupaten Subang.(znl/ysp)
