Kabar Kang Rey: Bahas Ancaman Banjir Rob Hingga Peduli Sepak Bola

PASUNDANEKSPRES.ID - Selama sepekan penuh, 4 hingga 10 Mei 2026, dua pucuk pimpinan Kabupaten Subang, Bupati Reynaldy Putra Andita dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, bergerak di lintasan agenda yang padat: dari isu strategis nasional di pesisir Pantura Jawa, percepatan proyek infrastruktur, penguatan investasi industri, hingga kegiatan sosial-keagamaan dan olahraga di tingkat daerah.
Rentetan kegiatan tersebut memperlihatkan arah pembangunan Subang yang berada di dua arus besar sekaligus: tekanan percepatan industrialisasi dan kebutuhan menjaga keseimbangan sosial serta lingkungan di daerah.
Dorongan Perlindungan Pesisir Pantura Jawa
Pada Senin, 4 Mei 2026, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Dewan Pengarah BOPPJ, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa penanganan Pantura Jawa merupakan agenda lintas sektor yang tidak bisa lagi berjalan parsial.
Ancaman Banjir Rob
Dalam pemaparannya, Menko Infrastruktur menyebut sejumlah tantangan serius di kawasan Pantura, mulai dari penurunan muka tanah, ancaman banjir rob, krisis air, hingga dampak ekonomi yang besar karena kawasan tersebut menyumbang sekitar 27 persen PDB nasional.
Bagi Kabupaten Subang, isu ini bukan sekadar agenda nasional. Wilayah utara Subang selama ini juga terdampak banjir rob yang memengaruhi aktivitas masyarakat pesisir. Keterlibatan Bupati Subang dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang penanganan pesisir.
Subang dan Arus Investasi Industri Besar
Di tengah pembahasan isu pesisir, arus investasi di Kabupaten Subang terus bergerak cepat.
Rabu, 6 Mei 2026, Bupati Subang menghadiri Grand Opening PT Beka Wire Indonesia di CP Industrial Estate. Peresmian pabrik tersebut dilakukan bersama Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza.
Dalam kesempatan itu, Kang Rey menegaskan bahwa kehadiran industri baru merupakan sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap Subang.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas investasi di wilayahnya.
“Kami bersama Forkopimda Kabupaten Subang berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan investasi di Kabupaten Subang,” tegasnya.
Antrean Haji dan Upaya Solusi Keuangan Syariah
Masih di hari yang sama, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menghadiri kegiatan “Subang Berhaji-Langkah Emas Menuju Baitullah” di Aula Oman Syahroni, Pemkab Subang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Syariah Indonesia, Danantara Indonesia, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Deputi Islamic Ecosystem BSI, Syarief Hidayat, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam perencanaan ibadah haji.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa jumlah calon jemaah haji Kabupaten Subang mencapai 19.163 orang, dengan sekitar 60 persen di antaranya mendaftar melalui BSI.
Dalam sambutannya, Kang Akur menyoroti persoalan keterbatasan kuota haji.
“Kuota jemaah haji Kabupaten Subang tahun 2026 semula mencapai 1.127 orang, namun karena keterbatasan kuota, jumlahnya dikurangi menjadi 224 orang,” ujarnya.
Melalui upaya pemerintah daerah, kuota tersebut kemudian meningkat menjadi 543 orang, meski masih terdapat sekitar 600 calon jemaah yang belum dapat diberangkatkan.
Konsolidasi Politik dan Pemerintahan di DPRD
Pada Kamis, 7 Mei 2026, Wakil Bupati Subang menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Subang dengan agenda pengambilan sumpah dan janji Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan.
Dalam rapat tersebut, H. Sys Santo Delvis resmi dilantik menggantikan almarhum Dang Agung untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Kang Akur menekankan bahwa pergantian antar waktu merupakan bagian dari mekanisme konstitusional untuk menjaga keberlanjutan kerja lembaga legislatif.
Ia juga berharap anggota DPRD yang baru dapat segera beradaptasi dengan tugas-tugas kelembagaan dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
Rapat Strategis PSN Patimban dan Isu Tambang
Pada hari yang sama, Bupati Subang kembali menghadiri rapat monitoring dan evaluasi pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Gedung Kejaksaan Agung.
Rapat tersebut membahas hambatan dalam proyek strategis nasional, termasuk persoalan aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan serta pelanggaran jam operasional kendaraan angkutan barang.
“Intinya salah satu permasalahan di Subang yaitu banyaknya galian yang tidak berizin bahkan di tanah negara dan tanah pribadi tanpa izin,” ujar Kang Rey.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Subang mendukung percepatan pembangunan PSN, namun tetap membutuhkan kepastian hukum dalam pelaksanaannya.
“Kami butuh jaminan dan payung hukum yang jelas agar pembangunan PSN dan KEK di Subang berjalan lancar,” tegasnya.
Pembinaan Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Sabtu, 9 Mei 2026, Wakil Bupati Subang membuka Liga Jabar Istimewa Piala Bupati Subang di Stadion Persikas.
Kompetisi usia dini U-10 dan U-12 ini diikuti 32 tim dan menjadi bagian dari pembinaan sepak bola daerah.
“Ini menjadi salah satu ikhtiar kita membangun Kabupaten Subang sesuai dengan visi daerah yang unggul, maju, dan kompetitif,” ujar Kang Akur.
Ia juga mengajak orang tua untuk mendukung anak-anak dalam pengembangan bakat olahraga.
“Selamat bertanding, lakukan yang terbaik, dan junjung tinggi sportivitas,” katanya.
Euforia Kemenangan Persib di Alun-alun Subang
Di penghujung pekan, suasana Alun-alun Subang berubah menjadi lautan biru. Ribuan warga berkumpul dalam acara nonton bareng pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
Bupati Reynaldy dan Wakil Bupati Agus Masykur hadir langsung di tengah masyarakat menyaksikan laga tersebut.
Sorak sorai pecah ketika Persib memastikan kemenangan 2–1 atas Persija. Momen itu menjadi puncak euforia warga yang hadir.
Kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat menutup sepekan agenda pemerintahan dengan suasana yang lebih cair, jauh dari ruang rapat dan forum resmi, namun tetap dekat dengan denyut kehidupan warga Subang.(red)
