KALEIDOSKOP KARAWANG: Perjalanan Daerah Mulai dari Inovasi Demokrasi Desa hingga Persoalan Infrastruktur yang Belum Tuntas

PASUNDANEKSPRES.ID - Tahun 2025 menjadi tahun penuh dinamika bagi Kabupaten Karawang. Berbagai peristiwa penting mewarnai perjalanan daerah, mulai dari inovasi demokrasi di tingkat desa, persoalan infrastruktur yang belum tuntas, penataan kawasan strategis, hingga capaian membanggakan di sektor ekonomi kerakyatan.
Pilkades Elektronik, Antusias Tinggi Meski Masih Terkendala
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2025 berbasis elektronik yang digelar pada 28 Desember 2025 di sembilan desa mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak antusias mendatangi TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang meninjau langsung pelaksanaan Pilkades, mencatat tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi. Di Desa Cikampek Utara, kehadiran pemilih mencapai sekitar 70 persen dari total 15 ribu DPT.
Namun demikian, penerapan sistem digital masih dihadapkan pada sejumlah kendala teknis. Permasalahan perangkat, ukuran tablet, hingga keterbatasan akses bagi lansia dan penyandang disabilitas menjadi catatan evaluasi. Meski begitu, Pilkades elektronik dinilai mampu meningkatkan transparansi dan menjaga kerahasiaan pemilih, serta menjadi pijakan menuju pelaksanaan Pilkades di 67 desa pada 2026.
Banjir Karangligar, Masalah Lama yang Belum Terurai
Di tengah upaya pembangunan, persoalan banjir Karangligar kembali menjadi sorotan pada 2025. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina, menilai penanganan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut masih berkutat pada kajian tanpa realisasi konkret.
Berbagai rencana seperti pembangunan waduk, embung, dan perbaikan pintu air sempat disampaikan pemerintah provinsi. Namun hingga akhir 2025, masyarakat Karangligar belum merasakan solusi permanen. Harapan pun kembali disematkan agar penanganan banjir dapat masuk dalam anggaran dan diwujudkan secara nyata.
Penertiban Bangunan Liar di Akses Tol Karawang Barat
Upaya penataan wilayah ditunjukkan melalui penertiban ratusan bangunan liar yang berdiri di sepanjang jalur akses Tol Karawang Barat. Sebanyak 171 bangunan dibongkar oleh tim gabungan Satpol PP Jawa Barat dan Karawang, TNI, Polri, serta Jasa Marga.
Penertiban dilakukan setelah tahapan persuasif dan surat peringatan dilayangkan. Pemerintah daerah menegaskan langkah ini diambil demi menciptakan kawasan yang tertib, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung penataan akses tol sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Rekor MURI, UMKM Karawang Tunjukkan Daya Saing
Di sisi lain, Karawang mencatat prestasi membanggakan melalui sektor UMKM. Pemerintah Kabupaten Karawang berhasil meraih rekor MURI untuk kategori bazar UMKM terlama di Indonesia. Bazar yang digelar selama 14 hari ini diikuti 735 UMKM dan 100 tenant.
Total omzet yang dihasilkan mencapai Rp2,469 miliar, jauh melampaui target awal. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuktikan bahwa UMKM Karawang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah.
Bupati Karawang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas melalui fasilitasi NIB, sertifikasi halal gratis, serta pembukaan akses pasar ke hotel dan ritel modern.(red)
